MEMBUAT RINGKASAN

Mari, Membuat Ringkasan
Sebuah bacaan panjang dapat dibuat menjadi lebih pendek dengan meringkasnya. Pada pelajaran ini, kamu akan belajar membuat ringkasan bacaan. Tujuan dari pelajaran ini agar kamu dapat mencatat hal-hal penting dari bacaan dan memahami isi bacaan. Setelah itu, kamu dapat menulis ringkasan bacaan berdasarkan catatan isi penting bacaan.
Kali ini, kamu akan belajar membuat ringkasan sebuah bacaan. Sebelum meringkas, kamu harus terlebih dahulu memahami isi bacaan dengan mencatat hal-hal penting (gagasan utama setiap paragraf) dari bacaan. Pada Pelajaran 1A, kamu telah belajar mencatat hal-hal penting dari bacaan yang didengarkan. Hal-hal penting tersebut dapat kamu tulis kembali menjadi sebuah ringkasan. Ringkasan adalah penyajian sebuah bacaan secara singkat. Ada hal penting yang harus kamu perhatikan ketika membuat ringkasan. Hal penting tersebut adalah urutan isinya. Kamu harus meringkas dari bagian awal, tengah, dan akhir bacaan secara berurutan. Cara meringkas sebuah bacaan adalah sebagai berikut.
1. Membaca dengan cermat untuk mendapat gambaran umum isi bacaan.
2. Mencatat hal-hal penting dari bacaan.
3. Menulis ringkasan berdasar hal-hal penting yang dicatat.
4. Menulis ringkasan dengan kalimat sendiri.
Ayo, Berlatih
Bacalah bacaan berikut dengan cermat.
Dari angkasa luar, bumi terlihat seperti dipenuhi urat nadi. Urat nadi tersebut sesungguhnya merupakan sungai-sungai yang mengalir di bumi. Mengalir dari pegunungan-pegunungan hingga bermuara ke laut. Apa yang kamu ketahui tentang sungai? Kamu tentu tahu, di muka bumi sungai adalah tempat air mengalir. Dari hulu di pegunungan hingga bermuara ke lautan. Bagaimanakah perjalanan sungai dimulai? Saat hujan turun, sebagian air yang menyentuh permukaan bumi diserap oleh pohon dan tumbuh-tumbuhan. Sebagian lain meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah. Nah, sebagian air tanah itu akan muncul ke permukaan sebagai mata
air. Kemudian, mengalir di permukaan, sebagai parit-parit kecil. Parit-parit itu saling bergabung dan menjadi sungai kecil. Sungai-sungai kecil saling bergabung hingga membentuk sungai berukuran sedang dan besar. Sebuah daerah tempat semua air hujan di tempat itu mengalir ke satu sungai dinamakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sungai dan Peradaban Manusia
Sepanjang perjalanannya, sungai mengalir dengan membawa air dan sedimen. Sedimen adalah bahan-bahan yang terdapat di dalam air yang bisa menyuburkan lahan. Saat terjadi banjir, sedimen sungai menyebabkan kawasan yang dibanjiri menjadi subur. Tidak heran, lembah-lembah sungai sering kali merupakan kawasan paling subur. Di lembah-lembah yang subur itu, biasanya kota-kota bermunculan.
Manusia telah menggunakan sungai sejak awal peradaban. Di Asia, sudah beribu-ribu tahun lamanya, manusia mengetahui betapa pentingnya menjaga sungai untuk kepentingan masyarakat. Peradaban manusia yang pertama dan cukup maju tumbuh di lembah Sungai Nil sekitar tahun 5000 SM. Lembah Sungai Tigris dan Eufrat di Irak juga merupakan tempat munculnya peradaban manusia. Di India, kita mengenal peradaban maju di lembah Sungai Gangga dan Brahma-Putra. Di Cina, kebudayaan dan peradaban yang maju tumbuh di lembah Sungai Kuning dan Sungai Yangtze.
Sungai dan Benua
Sungai-sungai besar bertebaran di setiap benua. Sungai terpanjang di dunia adalah Sungai Nil di Afrika yang panjangnya mencapai 6.695 km. Hulunya terletak di Burundi dan muaranya di Laut Tengah. Sungai Amazon di Amerika Selatan merupakan sungai terbesar di dunia. Dua puluh persen dari seluruh air sungai yang mengalir ke laut berasal dari sungai ini. Sungai Kuning (Huang He) di Cina memang berwarna kuning karena kandungan lempung kuning yang tinggi. Sungai Kuning ini panjangnya mencapai 5.500 km, merupakan sungai terpanjang kedua di Cina setelah Sungai Yangtze.
Manfaat Sungai
Bisakah kamu bayangkan kehidupan bumi tanpa sungai? Wah, pasti tidak, kan? Sungai memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Para penduduk sepanjang sungai memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk air minum, memasak, mencuci, dan mandi. Wah, tetapi jangan bayangkan sungai kotor seperti Ciliwung di Jakarta, ya.
Sungai dan Kehidupan
Sungai juga penting untuk kegiatan perikanan. Khususnya, di sungai-sungai besar yang menjadi tempat hidup beragam ikan dan hewan-hewan lainnya. Sungai-sungai besar menjadi tempat nelayan mencari mata pencaharian. Manfaat sungai dalam pertanian, yang tidak kalah penting, yakni sebagai sumber irigasi. Kawasan-kawasan pertanian yang subur mendapatkan pengairan dari sungai. Belakangan, manusia membendung sungai sebagai sumber irigasi dan sebagai pembangkit tenaga listrik. Pembuatan bendungan-bendungan itu sangat bermanfaat.
Catatlah hal-hal penting dari bacaan tersebut (gagasan utama setiap paragraf).
1. Apa saja manfaat sungai menurut bacaan tersebut?
2. Catatlah hal-hal penting dari bacaan tersebut (gagasan utama setiap paragraf).
3. Buatlah ringkasan dari hal-hal penting yang kamu tulis. Perhatikan urutan isi bacaan.
4. Bacakanlah hasil ringkasanmu di depan teman-temanmu. Mintalah tanggapan dari teman-temanmu.
5. Perbaiki hasil ringkasanmu berdasarkan masukan dari teman-temanmu.
6. Buatlah ringkasan dari bacaan berikut. Tuliskan dalam sebuah paragraf.

Iklan

OPEN MINDEDNESS

OPEN MINDEDNESS(PIKIRAN TERBUKA)
1. Berpikiran Terbuka
Seringkali kita mendengar orang berkata: “berpikirlah terbuka!”, “bukalah pikiran anda!”, atau “kamu harus membuka pikiranmu dan jangan menutup pikiranmu!” Apa itu yang dimaksud dengan berpikir terbuka?
Berpikir terbuka adalah aktivitas otak yang terbuka terhadap berbagai ide, pandangan, argumen, data, teori, dan kesimpulan. Lebih dari itu, berpikir terbuka berarti membuka pikiran terhadap kemungkinan bahwa suatu ide, pandangan, data, teori, dan kesimpulan bisa benar atau salah. Jika seseorang tidak dapat menerima kemungkinan bahwa suatu ide, pandangan, argumen, data, teori, dan kesimpulan salah, maka orang itu dapat dikatakan sebagai orang yang berpikir tertutup.
Oleh karena itu, seorang yang menganggap atau mengklaim diri sebagai orang yang berpikir terbuka seyogianya meneliti, menganalisis, mempertimbangkan, dan menilai berbagai ide, pandangan, argumen, data, teori, dan kesimpulan secara kritis dengan menggunakan akal sehat dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sebelum menerima dan mempercayai suatu hal sebagai kebenaran. Artinya, seorang yang berpikir terbuka tidak akan menerima dan mempercayai suatu jika suatu ide, pandangan, argumen, data, teori, dan kesimpulan tidak didukung oleh berbagai bukti relevan dan argumen yang didasarkan pada akal sehat. Jadi, seorang yang berpikir terbuka tidak akan serta-merta menerima dan mempercayai suatu ide, pandangan, argumen, data, teori, dan kesimpulan sekalipun hal-hal itu dinyatakan oleh otoritas tertentu dalam masyarakat, entah orangtua, keluarga, orang yang lebih tua, guru/dosen, pemuka ataupun agama/masyarakat.
Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa mengujinya terlebih dahulu, maka ia bisa disebut sebagai orang yang tidak kritis. Dan jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa didukung oleh berbagai bukti relevan dan argumen yang masuk akal, maka orang itu dapat disebut sebagai orang yang mudah percaya. Kedua tipe orang seperti itulah yang cenderung mudah ditipu, dimanipulasi, dieksploitasi, dibodohi, dan disesatkan. Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu padahal data, bukti, dan kenyataan bertolak belakang dengan apa yang dipercayainya, maka orang tersebut mengalami delusinasi.
Setiap orang memiliki kecenderungan untuk mudah mempercayai otoritas tertentu, opini publik, bahkan dirinya sendiri. Hal ini diperburuk oleh kenyataan bahwa banyak orang dengan salah menggunakan “hak” otoritas yang dimilikinya untuk memperdaya orang lain. Oleh karena itu, seorang ilmuwan bisa saja “jatuh” ke dalam pikirannya yang tertutup karena menganggap diri sudah benar dengan pengetahuan yang mumpuni tanpa melakukan pengujian berulang terhadap ide, pandangan, argumen, dan kesimpulan yang telah dibuatnya.
Demikian juga halnya, seorang yang kritis dan skeptis bisa saja, tanpa disadarinya, memiliki pikiran yang tertutup karena enggan menguji pikiran-pikirannya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang dapat serta-merta menganggap dan dianggap sebagai seorang yang berpikir terbuka, apapun itu pekerjaan, kekuasaan, kedudukan, karakter, ataupun label/cap yang selama ini dikenakan pada orang itu jika ia tidak mau menguji pikiran-pikirannya.
Dengan demikian, seorang yang berpikir kritis sepatutnya tiada henti mempertimbangkan dan menguji pikiran-pikirannya terhadap, baik berbagai bukti terkini yang relevan maupun argumen dan pandangan orang lain. Seorang yang berpikir kritis selalu sadar bahwa setidaknya ada dua kemungkinan di dalam dunia ini, yakni sesuatu itu benar atau salah. Sesungguhnya seorang kritis adalah orang yang tidak pernah ragu dan malu serta dengan kerendahan hati rela mengakui jika pikirannya salah kemudian mengoreksi pikirannya yang salah itu seturut bukti yang ada. Dan semua proses ini dilakukan tanpa mengenal kata akhir alias terus dilakukan.

2. Melatih Pikiran Terbuka
Menurut Ikhwan Sopa – Trainer E.D.A.N.
“Berpikiran terbuka, akan membuka pikiran Anda. Jadi, Anda pikirkan saja.”

Berdasarkan materi oleh: WikiHow
Pikiran terbuka, atau open mind, atau open minded, atau being open minded, telah terbukti menjadi salah satu ciri dari karakter orang-orang besar dan sukses. Sikap open minded-lah yang telah menjadikan mereka orang yang besar dan sukses.
Cobalah Anda renungkan gambaran berikut ini.
Orang yang sangat kaya, tidak berbahagia karena kuantitas kekayaannya. Banyak uang bukanlah tentang ‘banyaknya uang’. Satu-satunya perihal kuantitatif yang melekat pada kebahagiaannya, adalah “kuantitas pilihan” sebagai konsekuensi dari kekayaannya.
“Mau beli apa lagi Saya hari ini?” “Siapa lagi yang mau Saya kasih uang?”
“Anak Saya sakit, baiknya masuk ke rumah sakit mana ya?”
Orang yang punya rumah banyak, tidak berbahagia karena kuantitas rumahnya. Kekayaannya terletak pada pilihan.
“Sayangku, weekend kali ini mau nginep di villa kita yang mana?”
Orang yang punya banyak mobil, tidak senang karena kuantitas mobilnya. Ia senang karena kuantitas pilihannya.
“Hari ini Aku mau pake Jaguar merah aja deh. Besok baru Ferrari yang biru.”
Orang yang berkuasa, hanya berbahagia jika ia memahami kuantitas dan kualitas pilihan yang muncul dari kekuasaannya.
“Dengan kuasa yang Saya punya, apa yang bisa Saya lakukan untuk membantu orang banyak?”
Bisakah kini Anda mengerti, betapa kayanya orang yang kaya? Maukah Anda mengetahui, resep apa yang mereka coba? Resep itu adalah berpikiran terbuka.
Menurut definisinya, open minded kurang lebih adalah:“Having or showing receptiveness to new and different ideas or the opinions of others.”
Berpikiran terbuka, akan membuka pikiran Anda. Jadi, Anda pikirkan saja. Berpikiran terbuka akan mencegah pikiran buntu dan mampet. Berpikiran terbuka akan mencegah Anda dari berpikiran sempit. Anda bisa membayangkan, apa jadinya jika Anda selalu saja menolak buah pikir orang lain, menolak ide bawahan, atau bahkan menolak sesuatu yang orang pada umumnya menerima. Berpikiran terbuka akan mengeksplorasi pikiran Anda, sehingga Anda menjadi lebih kreatif, intuitif, dan reseptif. Itu artinya, makin tinggi pula peluang kesuksesan Anda.

Berikut ini tips melatih berpikir terbuka :
1. STIMULASI TELINGA ANDA DENGAN MUSIK BERBEDA
Stimulasilah telinga Anda dengan mendengarkan jenis musik, yang Anda jarang atau belum pernah mendengarnya. Belajarlah untuk mengapresiasinya. Dangdut, Keroncong, Gambang Kromong, Campursari, Classical, New Age, Zouk, Rap, Mariachi, Country, Afro-Blues dan sebagainya. Anda memang tak perlu menyukai atau mencanduinya. Anda hanya mencoba lebih terbuka dan belajar mengapresiasinya. Yang namanya musik, selalu menarik.
2. STIMULASI MATA ANDA DENGAN PANDANGAN BERBEDA
Nikmati memandang hal-hal yang berbeda. Cobalah menikmati berbagai bentuk seni visual. Sering-seringlah memandang segala sesuatu, yang bukan melulu kertas, layar monitor, wajah kolega, bawahan atau atasan, atau bahkan sekedar wallpaper di tembok kantor saja. Tontonlah film horor, jika selama ini Anda menghindarinya. Apapun yang menjadi objek pandangan Anda, sepanjang itu tidak buruk atau menjadikan dosa, sekalipun Anda tidak menyukainya, tetaplah berfungsi dengan sebaik-baiknya, yaitu menstimulasi dan memprovokasi pikiran Anda.
3. STIMULASI LIDAH ANDA DENGAN MAKANAN YANG BERBEDA
Yang penting halal dan enak. Cobalah Kebab Afrika. Nikmati sushi. Tinggal Anda pilih saja.
4. PELAJARI PERBEDAAN TENTANG ORANG DAN GAYA HIDUPNYA
Ingat, pelajari saja. Anda tidak perlu menjadi bagian darinya. Apalagi, jika itu memang tidak sesuai dengan sistem tata nilai Anda. Dengan belajar, wawasan Anda akan menjadi kaya. Pikiran Anda akan terbuka.
5. PELAJARI SESUATU YANG BARU
Basket, golf, terjun payung atau bungee jumping jika perlu. Web design, internet,taichi, aikido. Komunikasi, public speaking.
Dan seterusnya.
6. MILIKI KEMAMPUAN BARU
Berlatih juggling dengan tiga bola? Tidak mungkin? Tetaplah berlatih dengan pikiran terbuka. Anda bisa. Berlatihlah sulap kartu. Pelajari ping-pong. Tulislah puisi, cerpen atau novel.
Dan sebagainya.
7. SAAT BERADA DI ANTRIAN
Lakukan ini:
• Menghitung
• Mengingat
• Memperhatikan
• Membandingkan
Dan sebagainya.
“Buset dah, ini antrian panjang banget. Coba ada berapa orang sih…”
“Pintu exit di sana, tangga darurat di situ, toilet ke arah situ…”
“Ini yang namanya bar code ya? Gimana sih bikinnya… Kok cuman garis-garis tapi bisa di-scan trus keluar informasi sama harganya…”
“Kalo di bioskop yang sono sih, penontonnya tua-tua semua…”
8. IKUTI KELAS DAN EVENT YANG TIDAK UMUM
Ikuti kursus “Shalat Khusuk” Ambil bagian di seminar “Sukses Bermodal Dengkul” Jadilah peserta “Lomba Lari Mundur” Ikut “Power Workshop E.D.A.N.” Aktiflah di “Kelompok Penggemar Jangkrik” Jangan tolak quesioner “Apakah Anda Sudah Gila?” Dan sebagainya.
9. UBAH TEMPAT FAVORIT ANDA
Biasa ke Anyer? Cobalah Pulau Puteri. Suka laut? Pergilah ke gunung.
Suka gunung? Ke laut aja.
Ubah juga rute yang menjadi kebiasaan Anda. Cobalah perjalanan baru. Kemudikanlah sendiri kendaraan Anda, dari Jakarta ke Medan umpamanya.
10. KEMBANGKAN KREATIFITAS ANDA
Kerjakan teka-teki silang dengan berbagai variasinya. Mainkan jangan hanya solitaire, tapi juga spider solitaire. Belajarlah menulis terbalik yang hanya bisa dibaca di depan kaca. Leonardo Da Vinci, melakukannya untuk semua catatannya.
Bongkar PC Anda dan rakit kembali. Lakukan overclok. Montiri kendaraan Anda sendiri.
Pakai pakaian yang Anda geli memakainya.
11. HADAPI KETAKUTAN ANDA
Takut bicara, bicaralah. Takut ketinggian? Naiklah pesawat.
Apapun yang terjadi, ketakutan hanyalah perasaan. Dalam banyak kasus, ia tidak berakibat apa-apa kecuali hanya rasa takut Anda.
12. LATIHAN W.A.I.T
Katakan:
“What Am I Thinking?”
setiap kali Anda bisa melakukannya. Seperti sekarang misalnya?
13. PELAJARI PERSPEKTIF ORANG LAIN
Apa yang penting baginya?
Apa yang disadari dan tidak disadarinya?
Apakah pikirannya sama terbukanya dengan Anda?
Apa sih niat positif di belakang kelakuan orang ini?
Jika Anda selalu melihat gedung A dari sisi kiri jalan, cobalah melihatnya dari sisi kanan jalan, dan rasakan perbedaan persepsi Anda.
Jika Anda sering menonton TV bersama seseorang, matikan TV Anda dan mulailah mengobrol dengannya. Perpanjang waktu mengobrol Anda dan perpendek waktu menonton Anda. Mulailah rasakan bagaimana itu lebih nikmat daripada menonton televisi.
14. TIPS TAMBAHAN
Efisienlah dengan memilih aktivitas yang murah bagi Anda.
Efisienlah dengan waktu latihan Anda.
Jadilah berani. Jangan pernah malu jika itu memang tidak memalukan.
Jangan terdiskriminasi oleh trend atau mode. Pakaian Anda sudah ketinggalan jaman? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Sepatu Anda terlalu klasik atau konservatif? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Mobil Anda butut? Tidak, itu adalah sedan keluaran ‘84 favorit Anda. Modis, dan trendy.
15. WARNING
Be safe. Jagalah keselamatan diri dan hati Anda. Jagalah keselamatan hubungan Anda dengan siapa saja. Jangan memaksa untuk sesuatu yang terlalu berat untuk Anda. Ingatlah bahwa tujuan memiliki pikiran terbuka, adalah mengembangkan pikiran yang sempit. Jangan sampai, pikiran Anda malah tambah sempit.

KESIMPULAN

Prinsip dasar dari semua latihan ini, adalah mencoba terbuka dan menjadi terbuka. Menemukan hal baru, belajar keahlian baru, belajar cara berpikir yang baru. Lakukanlah dengan kreatif. Lakukanlah dengan impulsif. Lakukan dengan terbuka. Lakukanlah apa yang belum tercantum di dalam daftar ini.
Setiap keputusan yang Anda buat di dalam hidup, didasarkan pada sistem tata nilai dan keyakinan Anda. Untuk menjadikan pikiran Anda lebih terbuka, mulailah dari dasar sistem tata nilai dan keyakinan Anda.
Pikiran terbuka akan menangguk kenyamanan menghadapi berbagai perbedaan. Pikiran terbuka memberi pilihan lensa untuk suatu objek pemotretan. Pikiran terbuka, akan memperkaya pilihan. Itulah yang dapat membuat Anda sukses dan berjaya.
Sahabat saya yang baik hatinya, Pikiran yang terbuka dan hati yang penyayang, akan menaikkan Anda ke ketinggian yang indah, dan menjadikan Anda jiwa kecintaan yang dirindukan kehadirannya.
Maka, peliharalah keterbukaan pikiran Anda kepada ide-ide baru, dan lembutkanlah perlakuan Anda kepada keluarga dan sesama.
Mario Teguh – Loving you all as always

DAFTAR PUSTAKA

Riomantis, Adil. 2010. Arti Open Mind. Cirebon:ITB
Ikhwan Sopa Trainer E.D.A.N.http://milis-bicara.blogspot.com
Andy Milly, (Rabu, 30 Juni 2010). Berita dan Fakta Ilmiah Harian Berpikir Terbuka. FaktaIlmiah.
http://www.faktailmiah.com/2010/06/30/berpikir-terbuka

STUDI KASUS

STUDI KASUS

A. Pengertian Studi Kasus
Studi kasus adalah salah satu metode penelitian dalam ilmu sosial. Dalam riset yang menggunakan metode ini, dilakukan pemeriksaan longitudinal yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Sebagai hasilnya, akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Studi kasus dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji hipotesis.
Pendapat lain menyatakan bahwa studi kasus adalah suatu strategi riset, penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata. Strategi ini dapat menyertakan bukti kuatitatif yang bersandar pada berbagai sumber dan perkembangan sebelumnya dari proposisi teoretis. Studi kasus dapat menggunakan bukti baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian dengan subjek tunggal memberikan kerangka kerja statistik untuk membuat inferensi dari data studi kasus kuantitatif.
Studi kasus adalah penelitian yang berupaya untuk mengungkapkan berbagai pelajaran yang berharga (best learning practices) yang diperoleh dari pemahaman terhadap kasus yang diteliti (Lincoln dan Guba : 1985 ).
Studi kasus merupakan metode penelitian yang mampu membawa pemahaman tentang isu yang kompleks dan dapat memperkuat pemahaman tentang pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya (Doodley, 2005 ).
Studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu (Bogdan dan Bikien : 1982 ).
I. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Studi Kasus :
1. Seseorang harus mampu mengajukan pertanyaan yang baik dan mampu untuk menginterpretasikan jawaban-jawaban.
2. Seseorang harus dapat menjadi pendengar yang baik dan tidak terperangkap oleh prakonsepsi sendiri.
3. Seseorang diharapkan mampu menyesuaikan diri dan fleksibel agar situasi yang baru dialami dapat dipandang sebagai kesempatan/ peluang bukan ancaman.
4. Seseorang harus memiliki daya tangkap yang kuat terhadap isu-isu yang akan diteliti, apakah hal ini merupakan orientasi teoritis atau kebijakan.
5. Sesorang harus tidak bias, oleh anggapan-anggapan yang sudah ada sebelumnya, seseorang harus peka dan responsif terhadap bukti-bukti yang kontradiktif.
II. 3 Prinsip pengumpulan data :
1. Menggunakan multi sumber bukti, menggunakan banyak informan dan memperhatikan sumber-sumber bukti lainnya.
2. Menciptakan data dasar studi kasus, mengorganisir dan mengkoordinasikan data yang telah terkumpul, biasanya studi kasus memakan waktu yang cukup lama dan data yang diperolehnya pun cukup banyak sehingga perlu dilakukan pengorganisasian data agar data yang terkumpul tidak hilang saat dibutuhkan nanti.
3. Memelihara rangkaian bukti, tujuannya agar bisa ditelusuri dari bukti-bukti yang ada, berkenaan dengan studi kasus yang sedang dijalankan. Penting ketika menelusuri kekurangan data lapangan.

B. Macam – Macam Studi Kasus
1. Studi kasus observasi, mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalul observasi peran-serta atau pelibatan (participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu.. Bagian-bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain: (a) suatu tempat tertentu di dalam sekolah; (b) satu kelompok siswa; (c) kegiatan sekolah.
2. Studi kasus sejarah hidup, yang mencoba mewawancarai satu onang dengan maksud mengumpulkan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara sejarah hiclup biasanya mengungkap konsep karier, pengabdian hidup seseorang, dan lahir hingga sekarang. masa remaja, sekolah. topik persahabatan dan topik tertentu lainnya.
3. Studi kasus kemasyarakatan, merupakan studi tentang kasus kemasyarakatan (community study) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu organisasi tertentu bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.
4. Studi kasus analisis situasi, jenis studi kasus ini mencoba menganalisis situasi terhadap peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya terjadinya pengeluaran siswa pada sekolah tertentu, maka haruslah dipelajari dari sudut pandang semua pihak yang terkait, mulai dari siswa itu sendiri, teman-temannya, orang tuanya, kepala sekolah, guru dan mungkin tokoh kunci lainnya.
5. Mikroethnografi, merupakan jenis studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi yang sangat kecil, seperti suatu bagian sebuah ruang kelas atau suatu kegiatan organisasi yang sangat spesifik pada anak-anak yang sedang belajar menggambar.

C. Langkah – Langkah Penelitian Studi Kasus
1. Pemilihan kasus: dalam pemilihan kasus hendaknya dilakukan secara bertujuan(purposive) dan bukan secara rambang. Kasus dapat dipilih oleh peneliti denganmenjadikan objek orang, lingkungan, program, proses, dan masvarakat atau unit sosial. Ukuran dan kompleksitas objek studi kasus haruslah masuk akal, sehinggadapat diselesaikan dengan batas waktu dan sumber-sumber yang tersedia.
2. Pengumpulan data: terdapat beberapa teknik dalarn pengumpulan data, tetapi yang lebih dipakai dalarn penelitian kasus adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Peneliti sebagai instrurnen penelitian, dapat menyesuaikan cara pengumpulan data dengan masalah dan lingkungan penelitian, serta dapat mengumpulkan data yang berbeda secara serentak.
3. Analisis data: setelah data terkumpul peneliti dapat mulai mengagregasi, mengorganisasi, dan mengklasifikasi data menjadi unit-unit yang dapat dikelola. Agregasi merupakan proses mengabstraksi hal-hal khusus menjadi hal-hal umum guna menemukan pola umum data. Data dapat diorganisasi secara kronologis, kategori atau dimasukkan ke dalam tipologi. Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah selesai dan lapangan.
4. Perbaikan (refinement): meskipun semua data telah terkumpul, dalam pendekatan studi kasus hendaknya Dilakukan penyempurnaan atau penguatan (reinforcement) data baru terhadap kategori yang telah ditemukan. Pengumpulan data baru mengharuskan peneliti untuk kembali ke lapangan dan barangkali harus membuat kategori baru, data baru tidak bisa dikelompokkan ke dalam kategori yang sudah ada.
5. Penulisan laporan: laporan hendaknya ditulis secara komunikatif, rnudah dibaca, dan mendeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga mempermudahkan pembaca untuk memahami seluruh informasi penting. Laporan diharapkan dapat membawa pembaca ke dalam situasi kasus kehidupan seseorang atau kelompok.

D. Ciri – Ciri Studi Kasus yang Baik
1. Menyangkut sesuatu yang luar biasa, yang berkaitan dengan kepentingan umum atau bahkan dengan kepentingan nasional.
2. Batas-batasnya dapat ditentukan dengan jelas, kelengkapan ini juga ditunjukkan oleh kedalaman dan keluasan data yang digali peneliti, dan kasusnya mampu diselesaikan oleh penelitinya dengan balk dan tepat meskipun dihadang oleh berbagai keterbatasan.
3. Mampu mengantisipasi berbagai alternatif jawaban dan sudut pandang yang berbeda-beda.
4. Studi kasus mampu menunjukkan bukti-bukti yang paling penting saja,baik yang mendukung pandangan peneliti maupun yang tidak mendasarkan pninsip selektifitas.
5. Hasilnya ditulis dengan gaya yang menarik sehingga mampu terkomunikasi pada pembaca.

E. Tujuan Penulisan Studi Kasus
1. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang suatu keadaan yang dianggap mempunyai masalah.
2. Untuk mengetahui penyebab – penyebab dan menerapkan jenis dan sifat serta latar belakang timbulnya masalah.
3. Untuk memberi bekal pengalaman kepada seseorang khususnya calon guru agar lebih peka Terhadap permasalahan yang dihadapi siswa dan mampu memecahkannya.
4. Memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mempunyai masalah.
5. Membantu siswa menyesuaia kan diri dengan lingkungan dan memecahkan masalah serta mengembangkan potensi belajar siswa secara optimal.

F. Kelemahan dan Kelebihan Studi Kasus
a. Kelebihan Studi Kasus
1. Studi kasus mampu mengungkapkan hal-hal yang spesifik,unik dan hal-hal yang amat mendetail yang tidak dapat diungkap oleh studi yang lain. Studi kasus mampu mengungkap makna di balik fenomena dalam kondisi apa adanya atau natural.
2. Studi kasus tidak sekedar memberi laporan faktual,tetapi juga memberi nuansa,suasana kebatinan dan pikiran-pikiran yang berkembang dalam kasus yang menjadi bahan studi yang tidak dapat ditangkap oleh penelitian kuantitatif yang sangat ketat.
b. Kelemahan Studi Kasus
1. Dari kacamata penelitian kualitatif,studi kasus di persoalkan dari segi validitas,reliabilitas dan generalilsasi. Namun studi kasus yang sifatnya unik dan kualitatif tidak dapat diukur dengan parameter yang digunakan dalam penelitian kuantitatif,yang bertujuan untuk mencari generalisasi.

G. Manfaat Studi Kasus
1. Manfaat studi kasus dalam layanan bimbingan siswa disekolah adalah merupakan suatu upaya dalam membantu siswa yang bermasalah supaya dapat memahami kemampuan dirinya dan lingkungan dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu juga, dapat berguna untuk siswa agar mengetahui keadaan diri sendiri dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
2. Memberikan pengertian bahwa semua permasalahan itu pasti ada hikmahnya dan agar berusaha bersabar dalam menjalani hidupnya dan jangan lupa selalu berdo’a kepada tuhan yang maha kuasa.

EMPATI DAN PERILAKU PROPORSIAL

EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL
A. Empati
1. Pengertian Empati
Empati merupakan salah satu dari unsur kecerdasan sosial. Ia terinci dan berhubungan erat dengan komponen-komponen lain, seperti empati dasar penyelarasan ketepatan empatik dan pengertian sosial. Empati dasar yakni memiliki perasaan dengan orang lain atau merasakan isyarat-isyarat emosi non verbal.
Empati adalah kemampuan seseorang ikut merasakan atau menghayati perasaan dan pengalaman orang ain.
Menurut kamus besar bahasa indonesia, adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
2. Faktor-faktor yang mengaruhi Empati
a. Sosialisasi
b. Perkembangan kognitif
c. Mood and feeling
d. Situasi dan tempat
e. Empati seseorang
f. Komunikasi
3. Teknik-teknik mengasah empati
Kemampuan empati harus selalu dilatih atau diasah sejak dini.langkah-langkah yang dapat dilakukan agar empati kita terbentuk , antara lain :
a. Rekam semua emosi pribadi.
b. Perhatikan lingkungan luar(orang lain).
c. Dengarkan curhat orang lain.
d. Lakukan bantuan secepatnya
4. Manfaat-manfaat Empati
Manfaat kemampuan empati dalam kehidupan pribadi dan sosial:
a. Menghilangkan sikap egois
b. Menghilangkan kesombongan
c. Mengembangkan kemampuan evaluasi dan kontrol diri

5. Memiliki Karakteristik Kemampuan Empati
Dikatakan memiliki karakteristik kemampuan empati, jika mengikuti beberapa syarat berikut:
a. Melibatkan proses berfikir secara utuh,dengan segala nacan resiko perbedaan
b. Pendapat, rasa, bahkan kemungkinan konflik.
c. Individu bisa mengenal mengenal status perasaanya,lalu kuat berempati dan memanfaatkan emosinya dalam kehidupan kerja.
Karakter empati dimunculkan dalam tindakan-tindakan seperti dinyatakan Goleman (1997) yaitu:
• Mampu menerima sudut pandang orang lain.
• Memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain.
• Mampu mendengarkan orang lain.

B. Perilaku Prososial
1. Pengertian Perilaku prososial
Perilaku prososial adalah perilaku yang menguntungkan penerima bantuan tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pemberi bantuan.
Ada 3 ciri orang dikatakan menunjukkan perilaku prososial, yaitu :
a. Tindakan tersebut berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pemberi bantuan.
b. Tindakan tersebut dilahirkan secara suka rela.
c. Tindakan tersebut menghasilkan kebaikan.
2. Cara meningkatkan perilaku prososial
a. Menyebarkan penayangan model perilaku sosial.
b. Memberi penekanan terhadap norma-norma prososial.
3. Memberikan pemahaman tentang Superordinate Identity
Pandangan bahwa setiap orang merupakan bagian dari kelompok manusia secara keseluruhan adalah hal yang perlu dilakukan.

TEORI-TEORI ATOM

BAB II
PEMBAHASAN
Teori Atom Dalton
John Dalton merumuskan teori atom yang pertama sekitar tahun 1803-1807 yang kita kenal sebagai teori atom Dalton. Berikut adalah postulat-postulat dalam teori atom Dalton.
1. Setiap unsure terdiri atas partikel yang sudah tak terbagi yang dinamai atom.
2. Atom-atom dari suatu unsur adalah identik. Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat-sifat yang berbeda, termasuk mempunyai massa yang berbeda.
3. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain, tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Reaksi kimia hanya merupakan penataan ulang atom-atom.
4. Senyawa terbentuk ketika atom-atom dari dua jenis unsur atau lebih bergabung dengan perbandingan tertentu.
Pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa postulat dalam teori atom Dalton ternyata kurang tepat, misalnya:
1. Ternyata atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi melainkan terdiri dari berbagai partikel subatom.
2. Meskipun mempunyai sifat-sifat yang sama, atom-atom dari unsur yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda atau yang disebut isotop.
3. Melalui reaksi nuklir, atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain.
4. Beberapa unsur tidak terdiri atas atom-atom melainkan molekul-molekul. Molekul unsur terbentuk dari atom-atom sejenis dengan jumlah tertentu.
Meskipun demikian, Dalton telah meletakkan anak tangga pertama bagi peekembangan teori atom selanjutnya. Hal paling penting dari teori atom Dalton yang hingga kini dapat diterima yaitu:
1. Atom adalah unit pembangun dari segala macam materi.
2. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat sama dengan unsurnya.
3. Dalam reaksi kimia, atom tidak dimusnahkan, tidak diciptakan, dan tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang susunan atom-atom yang terlibat dalam reaksi.

Perkembangan Teori Atom
Dalton menyimpulkan teori atomnya berdasarkan data eksperimen yang ada pada masa itu. Dalton dan orang-orang setelahnya tidak pernah mengamati keberadaan atom. Jadi teori atom Dalton hanyalah sebuah model untuk mewakili atom yang sebenarnya tidak dapat dilihat. Dewasa ini telah tersedia alat yang dapat menunjukkan keberadaan atom dipermukaan zat padat yaitu sejenis mikroskop electron yang disebut scanning tunneling electron miscroscope (stem).

Model Atom Dalton
Jadi keberadaan atom sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun demikian, kesahihan suatu teori terletak pada kemampuannya menjelaskan fakta-fakta yang ada. Teori Atom Dalton dapat menjelaskan Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Perbandingan Tetap dengan baik. Namun demikian teori tersebut juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya:
1. Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.
2. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
3. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
Kelemahan-kelemahan seperti yang dikemukakan diatas dapat terpecahkan setelah percobaan-percobaan lebih lanjut yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa atom bukanlah sesuatu yang tidak terbagi lagi, melainkan terdiri atas beberapa jenis partikel subatom. Tiga diantaranya adalah proton, electron, dan neutron. Proton adalah partikel bermuatan positif dengan massa sebesar 1,6726231 x 10-24 gram. Untuk menghindari penggunaan bilangan yang sangat kecil dan demi kepraktisan, para ahli menggunakan satuan massa khusus untuk partikel yaitu satuan massa atom (sma). Jika dinyatakan dalam sma, maka massa sebutir proton adalah 1,0073 sma, atau biasa dibulatkan 1 sma.

Muatan partikel dasar yang biasa dinyatakan sebagai muatan relatif terhadap muatan electron (e). Hal ini juga untuk membuat penulisan menjadi lebih praktis. Dengan begitu muatan 1 proton = + 1 yang artinya sama dengan +1,60217733 x 10-19

Electron adalah partikel bermuatan negative dengan massa 9,1093897 x 10-28 gram atau sekitar 0,0005858 sma (1/1840 sma). Karena relatif sangat kecil dibandingkan massa proton, seringkali massa electron dianggap sama dengan nol. Neutron mempunyai massa yang kira-kira sama dengan proton yaitu sekitar 1 sma, tetapi neutron tidak bemuatan.
1. Penemuan Elektron dan Teori Atom Thomsom
a. Penemuan Elektron
Electron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1900. Penemuan electron berkaitan dengan percobaan-percobaan tentang hantaran listrik melalui tabung hampa. Namun pada tahun 1821, Sir Humphry Davy, seorang ahli fisika dari inggris, menentukan bahwa gas menjadi penghantar yang lebih baik pada tekanan rendah. Sejak saat itu, banyak percobaan dilakukan dengan tabung hampa yang disebut tabung pengawannguatan (discharge tube), terutama oleh William Crookes. Susunan dari tabung pengawuatan diperlihatkan pada gambar dibawah ini, pada ujung tabung terdapat dua plat logam yang berfungsi sebagai katode (sambungan listrik).

Tekanan gas dalam tabung dapat diatur melalui pompa isap (pompa vakum). Pada tekanan yang cukup rendah dan tegangan yang cukup tinggi (beberapa ribu volt), gas dalam tabung akan berpijat dengan cahaya yang warnanya bergantung pada jenis gas dalam tabung (neon berwarna merah, sedangkan natrium berwarna kuning). Jika tekanan gas dikurangi, maka daerah didepan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini terus bertambah jika tekanan gas terus dikurangi. Akhirnya seluruh tabung menjadi gelap, tetapi bagian tabung didepan katode berpendar berwarna kehijauan. Melalui percobaan dapat ditunjukan bahwa berpendaran itu disebabkan oleh suatu radiasi yang memancar dari permukaan katode menuju anode. Oleh karena berasal dari katode maka radiasi ini disebut sinar katode, sinar katode ini merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik negatif.
Hakikat sinar katode menjadi jelas setelah percobaan yang dilakukan oleh J.J Thomson pada tahun 1897. Berdasarkan besarnya simpangan sinar katode dalam medan listrik, Thomson dapat menetukkan nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m) dari partikel sinar katode sebesar 1,76 x 108 C g-1.
Selanjutnya Thomson menemukan bahwa partikel sinar katode yang kemudian dinamakan electron, tidak bergantung pada jenis elektrokade maupun jenis gas dalam tabung. Berdasarkan hal itu, Thomson menyimpulkan bahwa electron merupakan partikel dasar penyusun atom.
b. Percobaan Tetes Minyak Millikan
Pada tahun 1909, Robert Andres Millikan dari Universitas Chicago, dapat memecahkan dilema tersebut melalui percobaan yang dikenal dengan percobaan tetes minyak. Melalui percobaan ini, Milikan dapat menentukan muatan electron. Dalam percobaannya, Millikan menggunakan alat berbentuk silinder, komponen utama alat itu terdiri atas:
1) Dua pelat logam yang menyekat silinder menjadi 2 bagian, bagian atas dan bawah. Pelat bagian atas diberi lubang sehingga tetesan minyak dapat melewatinya. Kedua pelat logam tersebut dapat diberi beda potensial. Pelat atas sebagai kutub positif sedangkan pelat bawah sebagai kutub negative.
2) Alat penyemprot (atomiser) untuk menyemprotkan minyak.
3) Teropong untuk mengamati gerak tetes minyak.
4) Sumber radiasi (sinar X) untuk mengionkan gas didalam silinder.
Percobaan tetes minyak dilakukan sebagai berikut:
1) Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk tetesan-tetesan kecil. Sebagian tetesan minyak akan melewati lubang pada pelat atas dan jatuh karena tarikan gravitasi.
2) Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan sehingga massa tetes minyak dapat diketahui.
3) Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi akan menghasilkan electron. Electron tersebut akan melekat pada tetes minyak sehingga tetes-tetes minyak menjadi bermuatan listrik negative. Ada yang menyerap satu, dua, atau lebih electron. Jika pelat logam tidak diberi beda potensial, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh gravitasi.
4) Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negative, maka tetes minyak yang bermuatan negative akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hokum Coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak electron akan tertolak lebih kuat. Pergerakan tetes minyak dapat diamati menggunakan teropong. Dengan mengatur beda potensial, tetes minyak dibuat mengambang. Dalam keadaan seperi itu berarti gaya tarik gravitasi sama dengan gaya tolssk listrik.
5) Dengan mengetahui massa tetes minyak dan beda potensial yang digunakan maka muaatan tetes minyak dapat ditentukan.
Melalui percobaan tersebut, Millikan menemukan bahwa muatan tetes-tetes minyak selalu merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu 1,602 x 10-19 coloumb. Millikan menyimpulkan bahwa muatan tersebut adalah muatan dari satu electron.
e = 1,602 x 10-19 coulomb
Dengan telah diketahuinya muatan electron, maka massanya dapat dihitung sebagai berikut:
Thomson: e/m = 1,76 x 108 C gram-1
Millikan: e = 1,602 x 10-19 C
Maka massa electron, m = 9,11 x 10-28 gram
c. Teori Atom Thomson
Setelah menemukan electron, maka teori Dalton yang mengatakan bahwa atom adalah partikel yang tidak terbagi lagi. Pada tahun 1900. J.J Thomson mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar electron bagaikan kismis dalam roti kismis, secara keseluruhan atom bersifat netral. Model atom Thomson dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.

2. Penemuan Inti Atom dan Teori Atom Rutherford
a. Penemuan Inti Atom
Pada tahun 1910 Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Rutherford, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui lebih banyak tentang susunan atom. Mereka memperbaiki lempeng emas yang sangat tipis dengan partikel sinar alfa berenergi tinggi. Sinar alfa adalah salahsatu jenis radiasi yang dihasilkan oleh zat radio aktif. Partikel sinar alfa bermuatan +2 dan bermassa 4 sma. Mereka menemukan bahwa sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempeng emas tanpa pembelokan yang berarti, seolah-olah lempeng emas itu tidak ada. Akan tetapi kemudian mereka menemukan bahwa sebagian kecil dari partikel alfa mengalami pembelokan yang cukup besar, bahkan beberapa diantaranya dipantulkan (lihat gambar dibawah ini).

b. Teori Atom Rutherford
Adanya partikel alfa yang terpantul pada penembakan lempeng emas tipis dengan sinar alfa mengejutkan Rutherford. Partikel alfa yang terpantul itu pastilah telah menabrak sesuatu yang sangat padat dalam atom. Fakta ini tidak sesuai dengan model yang dikemukakan oleh J.J. Thomsom dimana atom digambarkan bersifat homogeny pada seluruh bagiannya (tidak mengindikasikan adanya bagian yang lebih padat). Pada tahun 1911, Rutherford dapat menjelaskan penghamburan sinar alafa dengan mengajukan gagasan tentang inti atom. Menurut Rutherford, sebagian besar dari massa dan muatan positif atom terkonsentrasi pada bagian pusat atom yang selanjutnya disebut inti atom. Elektron beredar mengitari inti pada jarak yang relative sangat jauh. Lintasan electron itu disebut kulit atom. Jarak dari inti hingga kulit atom disebut jari-jari atom. Ukuran jari-jari atom adalah sekitar 10-8 cm, sedangkan jari-jari inti atom adalah sekitar 10-13 cm. Jadi sebagian besar atom merupakan ruang hampa. Bila diameter inti diibaratkan 1 cm, maka penampang atom ibarat lapangan bulat dengan diameter 1 km.
Dengan model seperti itu, penghamburan sinar alfa oleh lempeng emas tipis dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Sebagian besar partikel sinar alfa dapat tembus karena melalui daerah hampa.
2) Partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan karena mengalami gaya menolak inti.
3) Partikel alfa yang menuju inti atom dipantulkan karena inti bermuatan positif dan sangat pejal.
3. Teori Niels Bohr dan Teori Atom Modern
Salah satu kelemahan teori atom Rutherford adalah bahwa teorinya tidak menjelaskan mengapa electron tidak tersedot dan jatuh ke intinya. Menurut hukum fisika klasik, gerakan electron mengitari inti akan disertai pemancaran energy berupa radiasi elektromagnetik. Jika demikian, maka energi electron akan semakin berkurang sehingga gerakanya akan melambat. Sementara, jika gerakan electron melambat, maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akhirnya ia akan jatuh keinti atom.
Pada tahun 1913, berdasarkan analisis spectrum atom, Niels Bohr mengajukan model atom sebagai berikut:
1) Dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu tempat electron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energy. Lintasan itu, disebut kulit atom yaitu orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Tiap lintasan ditandai dengan satu bilangan bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), mulai dari 1,2,3,4 dan seterusnya yang dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Lintasan pertama dengan n = 1, dinamai kulit K. lintasan kedua, dengan n = 2, dinamai kulit L, dan seterusnya. Makin besar harga n (makin jauh dari inti), semakin besar energi electron yang mengorbit pada kulit itu.
2) Electron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada diantara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh electron bergantung pada energinya. Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), electron menempati tingkat energy terendah. Keadaan seperti itu disebut tingkat dasar (ground state)
3) Elektro dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energy. Perpindahan electron ke kulit lebih luar akan disertai penyerapan energy. Sebaliknya, perpindahan electron ke kulit lebih dalam akan disertai pelepasan energy.

Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford. Namun, pada perkembangannya selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. Oleh karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Jadi orbit electron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari terentu tidak dapat diterima. Pada tahun 1927 Erwin Schrodinger, seorang ilmuan dari Austria mengemukakan teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang. Teori tersebut dapat diterima para ahli hingga sekarang.
Teori atom mekanikan kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam hal tingkat-tingkat energy atau kulit-kulit atom, terapi berbeda dalam hal bentuk lintasan atau orbit tersebut. Dalam teori atom mekanika kuantum, posisi electron adalah tidak pasti. Hal yang dapat ditentukan mengenai keberadaan electron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan electron tersebut. Daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital.

Model atom Model atom Thomson Model atom Rutherford
Dalton (1897) (1910)

Model atom Niels Bohr Model Atom Mekanika Kuantum
(1913) (1926)

4. Partikel Penyusun Inti Atom
a. Proton
Pada tahun 1886, sebelum hakikat sinar katode ditemukan, Goldstein melakukan suatu percobaan dengan sinar karode dan menemukan fakta berikut. Apabila katode tidak berlubang ternyata gas di belakang katode tetap gelap. Namun, apabila pada katode diberi lubang maka gas dibelakang katode menjadi berpijar. Hal ini menunjukkan adanya radiasi yang berasal dari anode, yang menerobos lubang pada katode dan memijar gas di belakang katode itu. Radiasi itu disebut sinar anode atau sinar positif atau sinar terusan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sinar terusan merupakan radiasi partikel (dapat memutar kincir) yang bermuatan positif (dalam medan listrik dibelokkan ke kutub negatif).
Partikel sinar terusan ternyata bergantung pada jenis gas dalam tabung. Artinya, jika gas dalam tabung diganti, ternyata dihasilkan partikel sinar terusan dengan ukuran yang berbeda. Partikel sinar terusan terkecil diperoleh dari gas hydrogen. Partikel ini disebut proton.
Massa 1 proton = 1,6726486 x 10-24 gram = 1 sma
Muatan 1 proton = + 1 = + 1,6 x 10-19 C
Muatan maupun massa partikel sinar terusan dari gas lain merupakan kelipatan bulat dari massa dan muatan proton, sehingga diduga bahwa partikel itu terdiri atas proton-proton. Kemudian pada tahun 1919, Rutherford menemukan proton terbentuk ketika partikel alfa dittembakkan pada inti atom nitrogen. Hal serupa juga terjadi pada penembakan inti atom lain. Hal ini membuktikan bahwa inti atom terdiri atas proton sebagaimana diduga oleh Goldstein.
b. Neutron
Neutron ditemukan oleh James Chadwick pada tahun 1932, tetapi keberadaannya telah diduga oleh aston sejak tahun 1919. Pada tahun itu, Aston menemukan spectrometer massa yaitu alat yang dapat digunakan untuk menentukan massa atom atau molekul. Dengan alat tersebut, Aston menemukan bahwa atom-atom dari dari unsur yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda fenomena ini disebut isotop.
Pada tahun 1930, W. Bothe dan H. Becker menembaki inti atom berilium dengan partikel alfa dan menemukan suatu radiasi partikel yang mempunyai daya tembus tinggi. Pada tahun 1932, James Chadwick membuktikan bahwa radiasi tersebut terdiri atas partikel netral yang massanya hampir sama dengan massa proton. Oleh karena bersifat netral, partikel itu dinamai neutron. Percobaan lebih lanjut membuktikan bahwa neutron juga merupakan partikel dasar penyusunan inti atom.
Massa 1 neutron = 1,6749544 x 10-24 gram = 1 sma
Neutron tidak bermuatan (netral)
Sebenernya masih ada berbagai jenis partikel lain dalam inti atom. Namun demikian, berbagai partikel tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap sifat-sifat kimia unsure, sebab sifat-sifat kimia unsure terutama hanya ditentukan oleh tiga jenis partikel dasar yaitu proton, neutron, electron.

SUSUNAN ATOM
Dengan ditemukannya struktur atom, maka perbedaan antara atom yang satu dengan yang lainnya dapat dijelaskan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan susunan, yaitu jumlah proton, electron, dan neutronnya. Dalam kaitannya dengan susunan atom, kita perlu memahami beberapa istilah yaitu nomor atom, nomor massa, isotop, isobar, dan isoton.
1. Nomor Atom
Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom atsu nomor proton. Jumlah proton khas bagi setiap unsur. Artinya, atom-atom dari unsure yang sama mempunyai jumlah proton yang sama tetapi berbeda dari atom unsur lain. Nomor atom unsur-unsur dapat dilihat pada table system periodic. Oleh karena suatu atom bersifat netral, maka julah electron sama dengan jumlah proton. Jadi nomor atom juga menyatakan jumlah electron dalam suatu atom.
Nomor Atom = jumlah proton = jumlah electron
Contoh atom karbon adalah 6, berarti setiap atom karbon mempunyai 6 proton dan 6 elektron.
2. Nomor Massa
Telah disebutkan bahwa proton dan neutron mempunyai massa yang sama, yaitu masing-masing sekitar 1 sma (massa proton = 1,0073 sma, massa neutron = 1, 0087 sma), sedangkan massa sebuah electron sangat kecil, yaitu 5,486 x 10-4 sma. Oleh karena itu massa sebuah atom praktis hanya ditentukan oleh massa proton dan neutronnya, sedangkan massa elektro dapat diabaikan. Jumlah proton dengan neutron dalam suatu atom disebut nomor massa.
Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
3. Notasi Susunan Atom
Jumlah proton, electron, dan neutron dalam suatu atom dinyatakan dengan lambang (notasi) sebagai berikut
A
Z
X = lambang atom = unsur
Z = nomor atom = jumlah proton (p) = jumlah electron (e)
A = nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron = p + n
Oleh karena A = p + n, sedangkan p = Z maka A = Z + n atau n = A – Z. Jadi, jumlah neutron dalam suatu atom sama dengan selisih nomor massa dengan nomor atomnya.
Jumlah neutron (n) = A – Z
Contoh
: menyatakan atom alumunium dengan nomor atom 13 dan nomor massa 27. Atom ini mempunyai jumlah proton = 13, jumlah electron = 13, dan jumlah neutron = 27 – 13 = 14.
4. Isotop
Isotop adalah atom-atom dari unsure yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda. Isotop terjadi karena perbedaan jumlah neutron dalam inti atom.
Contoh:
Karbon mempunyai nomor atom 6, sehingga semua atom karbon mempunyai 6 proton. Sebagian besar atom karbon memiliki 6 neutron, tetapi sebagian kecil memiliki 7 neutron. Atom karbon yang memiliki 6 neutron mempunyai nomor massa = 6 + 6 = 12, sedangkan atom karbon yang memiliki 7 neutron memiliki nomor massa = 6 + 7 = 13. Jadi, karbon mempunyai dua isotop. Kedua isotop itu dapat dibedakan dengan menyatakan dengan menyatakan nomor massanya, yaitu sebagai C-12 dan C-13. Selain kedua isotop tersebut, dikenal pula isotop-isotop karbon lainnya, salah satunya adalah karbon-14 (C-14).
Oleh karena nomor suatu unsure sudah terkait dengan lambangnya, maka suatu isotop dapat dinyatakan hanya dengan nomor massanya saja. Misalnya, isotop-isotop karbon diatas dapat ditulis sebagai C-12, C-13, C-14.
5. Isobar dan Isoton
a. Atom dari unsur
Atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa sama disebut isobar.
b. Isoton
Atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai jumlah neutron sama disebut isoton.

6. Susunan Ion
Suatu ion dapat kehiangan electron atau mendapat electron tambahan. Atom yang kehilangan electron akan menjadi ion positif sedangkan atom yang mendapat tambahan electron akan menjadi ion negatif.
Teori Atom Mekanika Kuantum
Kelemahan model atom yang dikemukakan Rutherford kemudian disempurnakan oleh Niels Henrik David Bohr, model ini kemudian dikenal dengan model atom Rutherford-Bohr. Tingkat energy elektron digunakan untuk menerangkan terjadinya spektrum atom yang dihasilkan oleh atom yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya. Namun ada kelemahan dari teori atom yang diungkapkan Rutherford, Model Atom Rutherford tidak dapat menerangkan energi yang dilepaskan dalam bentuk cahaya, sebab pada setiap kali perputaran elektron dengan percepatan tetap, elektron kehilangan energi dan akhirnya tertarik ke inti.
Perilaku seperti ini menimbulkan gerakan berbentuk spiral, dan berakhir dengan jatuhnya elektron ke inti. Pada kenyataanya, atom bersifat mantap dan stabil. Inilah yang coba dijawab oleh teori atom mekanika kuantum.Max Planck pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum yang menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau diserap dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Adapun besarnya kuantum dinyatakan dalam persamaan
E = energi radiasi (Joule = J)
h = konstanta Planck (6,63 x 10-34 J.s)
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x 108 ms-1)
l = panjang gelombang (m)

Kelemahan model atom Niels Bohr
Dalam percobaannhya Niels Bohr menggunakan atom hidrogen karena dianggap paling sederhana, hanya satu atom dan satu elektron. Bohr bisa menerangkan spektrum hidrogen dengan baik tapi ia belum bisa menjelaskan untuk atom yang berelektron lebih dari 1.
Pada tahun 1924, ahli fisika dari Perancis bernama Louis de Broglie mengemukakan bahwa partikel juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian, partikel mempunyai panjang gelombang.Dari penelitian De Broglie diketahui bahwa teori atom Bohr memiliki kelemahan. Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang menyebutkan bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran. Padahal, elektron yang bergerak mengelilingi inti atom juga melakukan gerak gelombang. Gelombang tersebut tidak bergerak sesuai garis, tetapi menyebar pada suatu daerah tertentu. Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger menyempurnakan teori atom Bohr. Ia menyatakan bahwa elektron dapat dianggap sebagai gelombang materi dengan gerakan menyerupai gerakan gelombang. Teori ini lebih dikenal dengan mekanika gelombang (mekanika kuantum).
Teori atom Schrodinger memiliki persamaan dengan model atom Bohr yaitu adanya tingkat energi dalam atom. Perbedaannya, model atom Bohr memiliki lintasan elektron yang pasti. Sedangkan pada model atom Schrodinger, lintasan elektronnya tidak pasti karena menyerupai gelombang yang memenuhi ruang (tiga dimensi). Menurut teori atom ini elektron menempati lintasan yang tidak pasti sehingga electron berada pada berbagai jarak dari inti atom dan berbagai arah dalam ruang. Jadi, daerah pada inti atom dengan kemungkinan terbesar ditemukannya elektron dikenal sebagai orbital.

SISTEM TATA SURYA

SISTEM TATA SURYA
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang berputar mengelilingi matahari. Benda-benda langit itu adalah bulan, asteroid, meteoroid, komet, dan planet-planet. Tata surya merupakan bagian di alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak di dalam satu galaksi yang disebut Bimasakti. Galaksi Bimasakti disebut juga Milky Way.
1. Matahari sebagai Pusat Tata Surya
Matahari adalah bola gas raksasa yang memancarkan cahayanya sendiri. Matahari merupakan pusat tata surya. Semua benda langit di tata surya berputar mengelilingi matahari. Matahari merupakan objek yang paling berat dalam tata surya sehingga gaya gravitasi matahari sangat besar. Gaya gravitasi matahari 28 kali lebih besar dari pada gaya gravitasi bumi. Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang yang ada di galaksi Bima sakti. Diameter matahari 110 kali diameter bumi. Suhu permukaannya 5.000–6.000 derajat Celsius, suhu di inti matahari 15 juta derajat Celsius. matahari terdiri atas gas hydrogen (80%–90%) dan gas helium. Matahari berputar pada porosnya dari barat ke timur. Matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan di bumi. Apakah kamu pernah berpikir, bagaimana, jika tidak ada matahari, dalam kehidupan kita? Pasti keadaannya tidak seperti sekarang ini. Oleh karena itu, kamu harus bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang telah menciptakan matahari.
2. Planet-planet
Planet-planet beredar mengelilingi matahari. Planet-planet tersebut beredar dalam suatu lintasan planet yang disebut orbit berbentuk elips. Dalam tata surya ada 8 planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. semua planet mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu yang berbentuk elips (bulat lonjong). Lintasan planet mengelilingi matahari disebut orbit. Peredaran planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi planet. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. Selain berevolusi, planet juga melakukan gerak rotasi. Gerak rotasi adalah gerak berputar pada porosnya. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali rotasi disebut kala rotasi. Berdasarkan letak garis edarnya, planet-planet dikelompokkan menjadi dua, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam ialah planet-planet yang berada dekat dengan matahari. Ada empat planet yang tergolong planet dalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet dalam berukuran kecil dan permukaannya tersusun atas bebatuan. Planet luar terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Ukuran planet luar lebih besar daripada planet dalam. Planet luar tersusun dari gas dan keadaannya sangat dingin karena jauh dari matahari. Akibatnya, gas berubah wujud menjadi cair. Planet dan benda langit lain dapat tetap beredar di orbitnya karena ada gaya gravitasi matahari. Gaya gravitasi matahari lebih besar daripada gaya gravitasi planet-planet sehingga planet tersebut mengelilingi matahari.
a. Merkurius
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Lapisan atmosfer planet Merkurius sangat tipis sehingga suhu di permukaannya mencapai 430 0C pada siang hari. Permukaan planet Merkurius berlubang-lubang. Planet Merkurius memiliki ukuran lebih kecil daripada bumi, dan dapat terlihat di langit saat matahari akan terbit dan akan terbenam. Planet tidak memiliki satelit.
b. Venus
Venus Planet terdekat kedua dengan matahari adalah Venus. Ukuran Venus hampir sama dengan ukuran bumi sehingga orang sering menjulukinya Venus kembaran bumi. Planet Venus tampak cemerlang di antara bintang-bintang di langit pada waktu fajar sehingga sering disebut sebagai bintang fajar. Venus juga sering disebut bintang senja karena terlihat kemilau di Barat ketika matahari terbenam. Akan tetapi, Venus bukanlah bintang. Atmosfer Venus terdiri atas gas karbondioksida, sedikit hidrogen, nitrogen, dan uap air. Atmosfer Venus dapat menahan cahaya matahari sehingga Venus kelihatan paling cerah dilihat dari Bumi. Arah rotasi planet Venus searah dengan jarum jam, sehingga matahari di Venus terbit dari sebelah barat dan terbenam di sebelah timur. Berbeda dengan arah rotasi planet-planet lainnya, yaitu dari timur ke barat. Gravitasi planet Venus sama dengan gravitasi di bumi dan planet ini tidak memiliki satelit.
c. Bumi
Bumi merupakan planet ketiga dari matahari. Bumi adalah planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi atmosfer yang terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer melindungi kita dari sinar ultraviolet yang dapat mematikan kehidupan dan juga benda-benda langit yang mendekati ke bumi. Selain itu, atmosfer menjaga suhu bumi tetap sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup. Jika dilihat dari angkasa, bumi terlihat berwarna biru dengan lapisan atmosfer putih melingkar. Mengapa bumi berwarna biru? Untuk menjawabnya kamu dapat berdiskusi dengan temanmu. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam peredarannya mengitari matahari.
d. Mars
Mars merupakan planet keempat dari matahari. Planet Mars sering disebut planet merah karena tampak kemerahan. Warna merah tersebut berasal dari debu yang banyak diterbangkan angin. Pada permukaan Mars terdapat kawah-kawah dan gunung-gunung yang sangat tinggi dan besar. Keseluruhan permukaan Mars berupa padang pasir yang tertutup oleh debu dan batuan padat yang berwarna merah-oranye. Atmosfer di Mars terdiri dari gas karbon dioksida dan nitrogen. Di planet tersebut tidak ada air dan planet itu memiliki 2 satelit atau bulan, yaitu Phobos dan Deimos.
e. Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Besar Yupiter sebelas kali besar bumi sehingga sering disebut planet raksasa. Planet Yupiter berputar dengan cepat pada porosnya dibandingkan perputaran planet-planet lain. Kecepatan rotasi tersebut menyebabkan Yupiter lebih lebar pada bagian ekuator. Atmosfer Yupiter sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sisanya helium. Atmosfer di planet, itu sangat tebal sehingga Yupiter itu tampak seperti bola bola gas raksasa. Planet Yupiter memiliki 16, satelit dengan empat satelit terbesar secara berturut-turut adalah Ganymede, Callisto, Europa, dan Io.
f. Saturnus
Saturnus adalah planet terbesar kedua dalam tata surya setelah Yupiter. Ukuran Saturnus sembilan kali ukuran bumi. Saturnus memiliki lapisan atmosfer yang sangat tebal, tersusun atas gas hidrogen dan helium serta sedikit metana dan amonia. Saturnus merupakan planet yang sangat indah karena memiliki tiga cincin pada bagian atmosfernya. Cincin itu diperkirakan terdiri atas debu halus, kerikil kecil, dan butir-butir es yang sangat banyak. Planet itu tampak berwarna kekuningan. Planet Saturnus memiliki 31 buah satelit dan satu di antaranya yang paling besar adalah Titan. Titan merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata surya yang memiliki lapisan atmosfer.
g. Uranus
Planet Uranus ditemukan seorang astronom inggris bernama Sir William Herschel tahun 1781. Uranus diselimuti oleh awan yang tebal sehingga sulit diamati dari bumi. Planet Uranus tampak berwarna hijau kebiruan. Atmosfer planet ini tersusun dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus berotasi dari timur ke barat seperti halnya Venus. Namun, arah rotasinya tidak searah jarum jam, tetapi dari atas ke bawah. Uranus berputar dengan cepat pada porosnya. Akibatnya, bagian ekuator Uranus lebih tebal dari bagian-bagian lain. Perputaran yang cepat juga menimbulkan angin yang kuat pada atmosfer Uranus. Planet Uranus memiliki cincin pada atmosfer. Cincin Uranus tidak dapat diamati dari bumi, sekalipun dengan bantuan teleskop. Planet itu memiliki 27 satelit atau bulan. Satelit yang ukurannya besar ada lima buah, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
h. Neptunus
Neptunus ditemukan oleh seorang astronom Jerman bernama J. G. Galle tahun 1846. Planet Neptunus tampak berwarna kebiruan. Neptunus juga dikelilingi oleh cincin debu. Selain itu, Neptunus memiliki bintik hitam. Bintik itu diperkirakan adalah badai raksasa. Seperti halnya Yupiter, Saturnus, dan Uranus, planet itu berupa bola gas raksasa dengan lapisan atmosfer yang tebal. Atmosfer itu tersusun dari gas hydrogen dan helium. Planet Neptunus memiliki 4 cincin dan 11 satelit atau bulan. Satelit yang paling besar adalah Triton.
Benda-Benda Langit Lain
Selain planet-planet yang mengelilingi matahari, ada juga benda-benda langit lainnya, seperti asteroid, komet, dan meteor.
a) Asteroid
Di antara Mars dan Yupiter terdapat benda-benda langit. Kumpulan benda langit itu terdiri atas gumpalan batu dan logam yang mengapung di angkasa. Benda langit tersebut adalah asteroid. Diperkirakan terdapat kurang lebih 5.000 asteroid di dalam tata surya. Seperti planet, asteroid juga beredar mengelilingi matahari. Permukaan asteroid penuh dengan kawah. Ukuran asteroid berbeda-beda. Asteroid paling besar adalah Ceres dengan diameter 785 km. Asteroid lainnya, antara lain Dallas berdiameter 560 km, Vesta berdiameter 390 km, dan Juno berdiameter 190 km.
b) Komet
Komet merupakan benda langit yang beredar mengelilingi matahari dan tampak bersinar karena memantulkan cahaya matahari. Lintasan komet berbentuk sangat lonjong. Komet sering disebut bintang berekor karena bentuknya panjang seperti memiliki ekor. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari. Semakin dekat matahari, ekornya semakin panjang. Komet terbentuk dari debu, es, dan gas yang membeku. Kemudian, mengalami pemanasan oleh matahari. Lintasan komet berbeda dengan lintasan planet. Lintasan komet sangat lonjong berbentuk elips. Pergerakan komet sangat lamban. Komet yang paling terkenal adalah komet Halley. Komet Halley muncul setiap 76 tahun sekali. komet Halley terakhir muncul tahun 1986. Jadi, akan muncul lagi tahun 2062.
c) Meteoroid
Pada malam hari, kadang-kadang terlihat titik cahaya berkelebat di langit. Orang biasa menyebutnya “bintang jatuh”. Benda langit tersebut ialah meteoroid. Meteoroid ialah kumpulan batu-batu kecil yang terapung di ruang angkasa. Umumnya meteoroid mengandung besi, nikel, dan unsur-unsur logam lain. Meteoroid berasal dari sabuk asteroid. Jika meteoroid bergerak mendekati bumi akibat gaya gravitasi bumi, meteoroid tersebut akan ditarik masuk ke atmosfer bumi. Akibatnya, terjadi gesekan antara meteoroid dan molekul-molekul udara di dalam atmosfer sehingga menyebabkan meteoroid terbakar dan menjadi meteor atau “bintang jatuh”. Kebanyakan meteoroid akan habis terbakar menjadi debu di atmosfer sebelum sampai ke permukaan bumi. Meteoroid yang berhasil sampai ke permukaan bumi dan tidak habis terbakar di atmosfer disebut meteorit. Meteorit yang sangat besar jika jatuh di bumi membentuk kawah meteorit. Salah satu contoh kawah meteorit terdapat di Arizona dengan kedalaman 200 m. Kawah itu terbentuk ketika meteorit sebesar 50.000 ton menabrak bumi sekitar 25.000 tahun yang lalu.
d) Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Sambil beredar mengelilingi planet, satelit juga berputar pada porosnya, contohnya bulan. Satelit dibedakan atas satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah bulan, sedangkan satelit buatan, contohnya satelit palapa. Satelit buatan dilepaskan oleh roket dan mengorbit di sekitar bumi, namun tidak berotasi.

PERKEMBANGBIAKAN MANUSIA

Perkembangbiakan pada Manusia
Pada kelas II, kamu telah mempelajari ciri-ciri makhluk hidup. Masih ingatkah ciri-ciri makhluk hidup yang telah kamu pelajari? Sebutkan kembali, apa saja ciriciri makhluk hidup? Salah satu ciri makhluk hidup adalah dapat berkembang biak. Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Demikian pula manusia. Untuk melestarikan jenisnya, manusia berkembang biak secara kawin (generatif). Perkembangbiakan secara kawin terjadi karena ada proses penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Sel sperma dihasilkan laki-laki dan sel telur dihasilkan perempuan. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai sejak penggabungan antara sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga manusia dewasa dan akan mengalami penuaan. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum terjadi dalam dua tahap. Pertumbuhan dan perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim. Adapun pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim. Apakah perbedaan pertumbuhan dan perkembangan? Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan. Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh. Contohnya, ketika bayi kamu tidak dapat berjalan. Akan tetapi, sekarang setelah kamu Kelas VI, kamu dapat berdiri, melangkah, dan berjalan sendiri. Bandingkan keadaan tubuhmu sekarang dengan ketika masih Kelas I. Apakah kamu mengalami pertumbuhan dan perkembangan?
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di dalam Rahim.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan. Jadi, pertumbuhan dan perkembangan pertama kali terjadi di dalam tubuh seorang ibu. Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan membentuk zigot. Proses tersebut dinamakan dengan proses pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pembuahan, zigot akan terus membelah dan membentuk membrio. Setelah 120 jam dari pembelahan, embrio akan menempel di dinding rahim ibu, proses penempelan ini disebut implantasi. Embrio tumbuh menjadi janin dan mulai mendapatkan makanan dan oksigen. Makanan dan oksigen diperoleh dari ibu. Tahukah kamu, mengapa ibu mengandung selama kurang lebih 9 bulan? Pelajarilah pertumbuhan dan perkembangan janin di rahim ibu sebagai berikut. Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim disebut juga dengan masa kehamilan. Masa kehamilan itu terjadi selama kurang lebih 38 minggu. Setelah kurang lebih 38 minggu di dalam rahim, bayi akan lahir ke dunia dan memulai pertumbuhan dan perkembangannya di luar rahim.
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di Luar Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di luar rahim atau setelah lahir terjadi dalam beberapa
tahap. Elizabeth Hurlock, seorang ahli psikologi perkembangan, membaginya ke dalam empat tahapan yaitu:
a) Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.
b) Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.
c) Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas (sekitar 11 tahun).
d) Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.
Pernahkah kalian mendengar istilah balita dan batita? Termasuk tahap mana kedua istilah tersebut? Setelah tahap remaja atau pubertas, manusia mengalami tahap dewasa. Manusia terus mengalami penuaan sampai tahap manula. Pada proses penuaan, secara fisik tubuh tidak mengalami pertumbuhan lagi, namun berkurang kemampuannya. Perubahan fisik manusia paling banyak terjadi pada masa remaja. Masa ini disebut juga dengan masa pubertas. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis (emosi), serta aktifnya alat perkembangbiakan. Perubahan yang terjadi pada masa pubertas laki-laki berbeda dengan perempuan.
a. Pubertas pada Laki-Laki
Pada masa pubertas, setiap laki-laki akan mengalami perubahan yaitu:
1) tumbuhnya tulang yang menonjol di tengah-tengah leher. Tulang ini disebut jakun. Tumbuhnya jakun ini disertai dengan membesarnya suara.
2) Tumbuhnya rambut-rambut di beberapa bagian tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut di ketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin.
3) Dada akan lebih membidang.
Dari ciri-ciri tersebut, adakah yang sudah kamu alami? Selain perubahan fisik alat perkembangbiakan laki-laki pun (testis) mulai aktif dalam menghasilkan sperma. Selain itu, perubahan psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada lawan jenis.
b. Pubertas pada Perempuan
Perubahan fisik perempuan pada saat pubertas akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan laki-laki. Perubahan yang dialami adalah sebagai berikut.
1) Tumbuhnya payudara
2) Pinggul melebar sehingga bentuk tubuh pun akan terlihat lebih melekuk.
3) Tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin.
Selain ciri-ciri fisik tersebut, perubahan lain adalah alat perkembangbiakan perempuan yang mulai berfungsi. Hal itu ditandai dengan menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya darah dari kelamin wanita. Hal itu disebabkan oleh terjadinya peluruhan dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur wanita. Hal itu terjadi secara bersiklus. Siklusnya adalah sekitar 28 hari. Jika kamu mengalami perubahan-perubahan tersebut, kamu tidak perlu takut. Komunikasikanlah dengan orangtuamu (anak laki-laki pada ayah atau kakak laki-lakinya dan anak perempuan pada ibu atau kakak perempuannya). Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan normal (alami). Setiap orang pasti akan mengalaminya.
Cara Menghadapi Masa Pubertas
Pada masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada diri kamu yang tidak kamu duga. Pada masa pubertas itu akan terjadi ketidakstabilan emosi. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi masa pubertas ialah sebagai berikut:
 Bersikap tenang dan percaya diri.
 Bersikap jujur dan terbuka kepada orang yang kamu percayai ketika terjadi perasaan yang tidak enak. Hal itu akan membantu memberi ketenangan dan jalan keluar.
 Selalu menjaga kebersihan seluruh tubuh.