KAJIAN ISLAM

KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW

Disusun oleh yulianingsih

Pgsd upy

Nabi Muhammad merupakan sosok pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Beliau memang pantas dijadikan sebagai suri teladan dan idola kita sebagai umat muslim. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw diakui oleh masyarakat mekah dengan menggelari Al-amin sebagai orang yang terpercaya. Alloh swt memujinya sebagai manusia dengan pribadi yang agung. Keagungan ini pantas ini pantas disandangnya karena beliau sebagai nabi terakhir yang mampu mewarisi semua sifat serta keutamaan yang dimiliki nabi-nabi terdahulu. Rosulullah selalu peduli terhadap penderitaan orang lain, keluh kesah umat selalu ditanggapinya dan selalu menolong orang-orang yang susah. Beliau selalu memenuhi janji, senang memaafkan musuhnya yang sudah menyakitinya, sabar jika dizalimi, sangat dermawan, pemberani, beliau sangat tawadhu jauh dari sifat sombong. Dalam hal keistimewaan, rosulullah saw tidak pernah mau diistimewakan dan selalu berupaya menghapuskan diskriminasi dan penghormatan yang berlebihan terhadap dirinya.

Nabi Muhammad saw adalah teladan yang terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena dirinya terdapat sifat mulia. Disamping itu, rosulullah saw juga pernah mengalami berbagai keadaan dalam hidupnya. Beliau pernah merasakan hidup sebagai orang yang susah sehingga dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup. Beliau pernah menjadi orang kaya sehingga dapat menjadi teladan bagaimana seharusnya menggunakan kekayaan. Beliau juga pernah menjadi pemimpin diberbagai bidang sehingga kita dapat meneladani kepemimpinannya. Dalam memimpin dakwah beliau berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan dan keuletan dan tidak menghiraukan orang-orang musyrik yang terus menghardik dan menghinanya.

KEPEMIMPINAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW

Objek dakwah rosulullah saw pada awal kenabian adalah masyarakat arab jahiliyah atau masyarakat yang masih barada dalam masa kebodohan. Kebodohan masyarakat arab waktu itu terdapat dalam bidang agama, moral, dan hukum. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid yang telah diajarkan oleh para rosul terdahulu. Mereka umumnya beragama agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu diletakan disekitar ka’bah yang jumlahnya sangat banyak. Dalam hal moral, masyarakat arab jahiliyah memiliki kebiasaan buruk yaitu berjudi, minum-minuman keras, mencuri, berzina, dll.

Tujuan dakwah rosulullah saw adalah agar masyarakat arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hukum sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerosulan Nabi Muhammad saw dan ajaran islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika masyarakat arab telah mengamalkan seluruh ajaran islam  dengan niat ikhlas karena Alloh swt dan sesuai petunjuk –petunjuk rosulullah tentu akan memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.

Strategi dakwah rosulullah saw sebagai pemimpin keagamaan yang menyerukan ajaran Alloh swt dan mengajak manusia kejalan yang benar yaitu:

1.  Dakwah secara sembunyi-sembunyi

Cara ini di tempuh oleh rosulullah saw karena beliau sangat paham dengan karakter masyarakat arab jahiliyah masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan mereka sehingga mereka bersedia berperang dan rela mati dalam mempertahankannya. Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini Rosulullah saw menyeru untuk masuk islam orang-orang yang berada dilingkungan rumah tangganya sendiri, kerabat serta sahabatnya. Orang-orang yang pertama masuk islam adalah khadijah, ali bin abu thalib, zaid haritsah, abu bakar ash-shidiq dan ummu aiman. Mereka disebut assabiqunal awwalun (pemeluk islam generasi awal)

2.   Dakwah secara terang-terangan

Memasuki tahun keempat kenabian, muhammad saw diperintahkan untuk menyampaikan islam secara lebih terbuka. Dakwah tersebut dimulai dari keluarga beliau yang terdekat. Pemilihan keluarga sebagai tujuan dakwah berikutnya merupakan langkah yang tepat. Dakwah terbuka terhadap keluarga ini ada yang menyambut baik bahkan menerimanya namun sebagian yang lain tidak menerimanya bahkan menolak dan memusuhinya. Seperti abu lahab dan abu jahal yang menyatakan permusuhan terbuka terhadap dakwah rosulullah saw yang disampaikan. Ia bahkan manghasut anggota keluarga yang lain untuk meghalangi nabi muhammad saw menyebarkan ajaran islam. Pada tahap berikutnya muhammad saw mulai menyeru orang-orang mekah secara terang-terangan untuk memeluk agama islam. Dakwah tersebut disampaikan kepada semua lapisan masyarakat mekah mulai dari hamba sahaya sampai kaum bangsawan.

Rosulullah saw pada waktu itu mengumpulkan para penduduk kota mekkah terutama yang berada dan bertempat tinggal disekitar ka’bah untuk berkumpul di bukit safa yang letaknya tidak jauh dari ka’bah. Rosulullah memberi peringatan kepada semua yang hadir agar segera meninggalkan penyembahan terhadap berhala-berhala dan hanya menyembah kepada Alloh swt. Rosulullah menegaskan jika peringatan yang disampaikannya itu dilaksanakan tentu akan memperoleh rido Alloh swt akan bahagia dunia akhirat. Tetapi apabila peringatan itu diabaikan tentu akan mendapat murka Alloh swt. Menanggapi dakwah Rosullulah saw tersebut orang-orang yang hadir ada kelompok yang menolak disertai ejekan dan mengolok-olok nabi Muhammad tetapi beliau tetap sabar dalam menyampaikan dakwahnya. Rosulullah tidak pernah menaruh dendam sedikit pun terhadap orang yang telah mendzolimi beliau.

Dakwah Rosulullah bertujuan agar orang-orang bersedia menerima islam sebagai agamanya, mau mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka menjadi umat islam yang beriman bertaqwa dan beramal saleh. Selain itu rosulullah dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha agar tewujud persaudaraan sesama umat islam.

Tujuan dakwah Rosulullah saw yang mulia dan cara penyampaiannya yang terpuji menyebabkan umat islam yang belum masuk islam banyak yang masuk islam dengan kemauan dan kesadaran sendiri. Namun, tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang lain masuk islam bahkan mereka berusaha melenyapkan agama islam dan umatnya. Mereka itu kaum kafir quraisy, kaum yahudi dan sekutu-sekutu mereka. Sebagai utusan Alloh swt, Nabi Muhammad mempunyai tugas menyampaikan ajaran islam kepada seluruh umat manusia. Beliau adalah Rosul akhir zaman, tidak ada lagi utusan Alloh sesudahnya. Berbeda dengan utusan sebelumnya, sasaran dakwah rosulullah saw melintasi ruang dan waktu. Beliau bukan diutus untuk orang arab saja tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia.

Sebagai suri tauladan rosulullah menempati ruang khusus dalam kesadaran kaum muslimin sehingga keberadaan beliau dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita sepanjang masa. Nabi Muhammad saw seharusnya bukan hanya dijadikan sebagai idola namun dari sosok dan contoh yang diberikan kepada umat manusia harus ditiru dalam kepribadian seseorang dikehidupannya. Alloh swt  berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21, ”sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah saw itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Alloh saw dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh swt”. Dalam ayat tersebut Alloh swt menganugerahkan predikat suri teladan yang yang baik kepada Rosulullah saw. Hal ini mengandung pujian bahwa rosulullah adalah figur yang patut diteladani oleh pemimpin kita saat ini. Beliau adalah pemimpin yang jujur dan amanah bukan pemimpin yang angkuh dan serakah. Beliau adalah pemimpin yang berani membela kebenaran. Beliau dalah pemimpin yang dermawan bukan pemimpin yang menuntut fasilitas kemewahan. Sekarang kita tengah mengalami krisis keteladanan. Berbgai krisis ini timbul justru karena tidak adanya pemimpin yang mampu membawa umat kepada kehidupan yang mulia. Kita dapat melihat tidak sedikit pejabat-pejabat yang melakukan korupsi. Mereka seharusnya menyejahterakan rakyat-rakyatnya tetapi malah sebaliknya mereka justru mengambil hak-hak rakyat. Hal seperti inilah yang harus kita renungkan kembali posisi dan kedudukan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan bagi umat muslim.

Kita harus menjadikan rosulullah saw sebagai panutan kita dalam hidup ini meneladani kemuliaan ahklaqnya dan kita termasuk orang yang menghidupkan sunah rosulullah saw sebagaimana sabda beliau “orang-orang yang telah menghidupkan sunahku maka berarti dia cinta kepadaku dan orang-orang yang cinta kepadaku nanti akan bersamaku di surganya Alloh swt di akhir zaman nanti. Amin ya robal alamin.

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s