EMPATI DAN PERILAKU PROPORSIAL

EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL
A. Empati
1. Pengertian Empati
Empati merupakan salah satu dari unsur kecerdasan sosial. Ia terinci dan berhubungan erat dengan komponen-komponen lain, seperti empati dasar penyelarasan ketepatan empatik dan pengertian sosial. Empati dasar yakni memiliki perasaan dengan orang lain atau merasakan isyarat-isyarat emosi non verbal.
Empati adalah kemampuan seseorang ikut merasakan atau menghayati perasaan dan pengalaman orang ain.
Menurut kamus besar bahasa indonesia, adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
2. Faktor-faktor yang mengaruhi Empati
a. Sosialisasi
b. Perkembangan kognitif
c. Mood and feeling
d. Situasi dan tempat
e. Empati seseorang
f. Komunikasi
3. Teknik-teknik mengasah empati
Kemampuan empati harus selalu dilatih atau diasah sejak dini.langkah-langkah yang dapat dilakukan agar empati kita terbentuk , antara lain :
a. Rekam semua emosi pribadi.
b. Perhatikan lingkungan luar(orang lain).
c. Dengarkan curhat orang lain.
d. Lakukan bantuan secepatnya
4. Manfaat-manfaat Empati
Manfaat kemampuan empati dalam kehidupan pribadi dan sosial:
a. Menghilangkan sikap egois
b. Menghilangkan kesombongan
c. Mengembangkan kemampuan evaluasi dan kontrol diri

5. Memiliki Karakteristik Kemampuan Empati
Dikatakan memiliki karakteristik kemampuan empati, jika mengikuti beberapa syarat berikut:
a. Melibatkan proses berfikir secara utuh,dengan segala nacan resiko perbedaan
b. Pendapat, rasa, bahkan kemungkinan konflik.
c. Individu bisa mengenal mengenal status perasaanya,lalu kuat berempati dan memanfaatkan emosinya dalam kehidupan kerja.
Karakter empati dimunculkan dalam tindakan-tindakan seperti dinyatakan Goleman (1997) yaitu:
• Mampu menerima sudut pandang orang lain.
• Memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain.
• Mampu mendengarkan orang lain.

B. Perilaku Prososial
1. Pengertian Perilaku prososial
Perilaku prososial adalah perilaku yang menguntungkan penerima bantuan tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pemberi bantuan.
Ada 3 ciri orang dikatakan menunjukkan perilaku prososial, yaitu :
a. Tindakan tersebut berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pemberi bantuan.
b. Tindakan tersebut dilahirkan secara suka rela.
c. Tindakan tersebut menghasilkan kebaikan.
2. Cara meningkatkan perilaku prososial
a. Menyebarkan penayangan model perilaku sosial.
b. Memberi penekanan terhadap norma-norma prososial.
3. Memberikan pemahaman tentang Superordinate Identity
Pandangan bahwa setiap orang merupakan bagian dari kelompok manusia secara keseluruhan adalah hal yang perlu dilakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s