KEPEMIMPINAN

PEMIMPIN DAN TANGGUNG JAWAB

Oleh: Yulianingsih

Tnggung jawab manusia mer2upakan sebagian dari sunnatulloh atau ketentuan Alloh. Karena kadar kemampuan dan keinginan manusia manusia itu berbeda, maka yang dimaksud dengan tanggung jawab adalah upaya mengkoordinasi beberapa kemampuan dan mencocokkan beberapa keinginan yang beragam.

  1. Power ‘Pengaruh’ Pemimpin

Dalam kelompok manusia manapun, seorang pemimpin harus memiliki power ‘pengaruh’ diantaranya adalah:

  1. Power eksekutif ‘pelaksanaan’ yaitu pengaruhi yang dapat menimbulkan charisma dan wibawa untuk mengatur anggota kelompok ataupun untuk mengatur orang lain.
  2. Power legislative ‘pembuat hukum’ yaitu pengaruh untuk mengatur hubungan antar kelompok.
  3. Power pembuat keputusan yaitu pengaruh untuk melerai perselisihan yang terjadi dalm penerapan hukum.

Susunan pengaruh tersebut harus dilaksanakan dengan tertib dan cocok diterapkan dalam sebuah lembaga keluarga perusahaan dan Negara bahkan cocok juga jika diterapkan dalam lembaga-lembaga asosiasi internasional. Alloh telah memberikan tiga kekuatan pengaruh seperti itu kapada Nabi Dawud a.s. sebagaimana firmannya “Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kapadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan” (Shaad: 20).

  1. Alloh menguatkan kerajaan Dawud a.s. dengan membekalinya dengan charisma dan kewibawaan.
  2. Alloh membekali Dawud a.s. dengan  hikmah berupa hak berupa hokum atau perundang-undangan yang mengatur hak-hak dan kewajiban. Berdasarkan hikmah ditentukan perbuatan mana yang harus dikerjakan.
  3. Alloh membekali Dawud a.s. tata cara dalam pengambilan keputusan dengan merinci penjelasan antara yang hak dan batil.

Sifat dan Tugas Pemimpin

Agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan sukses seorang pemimpin harus memiliki bebrapa sifat diantara adalah:

  1. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengendalikan. Semakin besar kemampuan dan pengetahuannya terhadap suatu urusan pengaruhnya akan semakin kuat.
  2. Mempunyai keistimewaan yang lebih dibanding dengan yang lain.
  3. Memahami kebiasaan orang yang menjadi tanggung jawabnya.
  4. Mempunyai kharisma dan wibawa dihadapan orang.
  5. Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti nafsu.
  6. Menyukai suasana saling memaafkan antara pemimpin dan pengikutnya, serta membantu mereka agar segera terlepas dari kesalahan.
  7. Menertibkan semua urusan dan memblatkan tejad untuk kemudian bertawakal kepada Alloh.
  8. Bermusyawarah dengan para pengikutnya serta mintalah pendapat dan pengalaman mereka.
  9. Membangun kesadaran adanya muqqarabah (pengawasan dari Alloh) hingga terbina sikap ikhlas.
  10. Memberikan takaaful ijtima’i (santunan sosial) kepada para anggota sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial yang menimbulkan rasa dengki dan perbedaan strata sosial yang merusak.
  11. Mempunyai pengaruh yang dapat memerintah dan mencegah karena seorang pemimpin harus melakukan pengawasan atas pekerjaan anggota, meluruskan kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran.
  12. Tidak membuat kerusakan dimika bumi,
  13. Mau mendengarkan nasehat dan tidak sombong karena nasihat dari orang yang ikhlas.

Sumber: Muhammad Taufik, Ali. 2004. Praktik Manajemen Berbasis Alqur’an

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s