Archive | Januari 2013

KEBERKAHAN

BEBERAPA KEUTAMAAN DAN KEBERKAHAN HARI SENIN DAN KAMIS

Oleh : Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al Juda’i
1. Diantara keutamaan dan keberkahannya, bahwa pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.
Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Baca lebih lanjut

BAHAYA RIYA

Mengikis Bibit-Bibit Riya

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu batalkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang membelanjakan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Alloh dan di hari kemudian. Perumpamaan mereka seperi batu yang licin yang diatasnya tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan yang lebat, lalu ia menjadi menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak memperoleh apapun dari apa yang mereka usahakan dan Alloh tidak member petunjuk kapada kaum kafir” (al-Baqarah: 264). Sungguh beruntung bagi orang-orang yang tidak dihinggapi penyakit riya serta tidak disiksa oleh kerinduan untuk dipuji dan dihormati orang lain. Sebaliknya, kita akan sengsara manakala terlalu banyak memikirkan penilaian orang lain kepada kita. Terlalu memikirkan penilaian orang lain dalam perkara-perkara duniawi hanya akan membuat kita menjadi tersiksa saja. Akan tetapi, lebih tersiksa lagi jika hal tersebut dikaitkan dengan perkara-perkara ibadah, sebab semua iitu amalan kita mungkin saja akan sirna.  Rasullulah saw menyatakan bahwa riya termasuk perbuatan syirik kecil. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Alloh tidak melihat bentuk badan dan ruamu, tetapi Alloh melihat niat dan keikhlasan dalam hatimu” ( HR Muslim). Dalam hadist lain, “Sesungguhnya  yang paling aku takuti atas kamu sekalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya “Apakah syirik kecil itu ya Rasullaloh?” Rasullulah kemudian menjawab, “Syirik paling kecil adalah riya”. Dalam hadist tersebut dapat dipahami bahwa orang yang riya itu dianggap telah menyekutukan Alloh. Dan yang paling membahayakan dari sikap riya itu adalah akan menyebabkan hangusnya amalan yang telah kita lakukan. Seperti apa sebenarnya riya yang akan mengahanguskan amal itu? Semua amalan yang kita lakukan seharusnya ditujukan kepada Alloh dan hanya untuk mendapatkan ridho-Nya.

Baca lebih lanjut

PENYAKIT DENGKI

Rahasia Mengatasi Penyakit Dengki

Terbebas dari penyakit hati, pentingkah? D-E-N-G-K-I, penyakit enam huruf ini menyerang tubuh bagian dalam tepatnya adalah hati. Penyakit ini mampu menghancurkan hidup seseorang. Bahkan bangsa dan Negara tidak bisa berkutik jika para pemimpin digerogoti penyakit ini. Kedengkian adalah perasaan seseorang yang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki. “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Alloh kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain” (An-nisaa : 32). Kedengkian seseorang akan memakan kebaikan yang telah ia kerjakan sebagaimana api membakar kayu sampai menjadi abu. Dengki terhadap seseorang jika hanya selintas dan masih dalam batas-bats kewajaran itu manusiawi. Jiwa manusia terdiri dari unsur positif dan unsur negatif. Unsur negatif jika dipelihara dan dimanjakan akan sangat potensial menimbulkan masalah serius. Lainhalnya jika unsur positif yang lebih diutamakanmaka beragam penyakit hati tak akan mampu menggoyakkannya. Sebenarnya, penyakit hati ini mudah dideteksi.

Baca lebih lanjut

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

ADAB TERHADAP KEDUA ORANG TUA

“ Berbakti kepada kedua orang tua itu hukumnya wajib, bukan karena kebaikan mereka tapi karena Perintah Allah, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah. Artinya bukan hanya kalo orang tua kita baik terhadap kita barulah kita wajib berbakti ( Jika hanya karena kebaikan mereka ini namanya hubungan sebab akibat : siapa berbuat baik maka dibalas dengan kebaikan pula ) , akan tetapi walaupun mereka kita pandang dzalim kepada kita baik yang mungkin dibuang ketika kecil, atau diperlakukan tidak adil disbanding saudara yang lain karena kekuranganya ataupun perlakuan buruk lainya, , tetap wajib bagi seorang muslim, berbakti kepada kedua orang tua. Selama bentuk bakti itu tidak bertentangan dengan syari’at/ memaksiati Allah.

Catatan penting : Adab cium tangan sama sekali bukan bentuk berbakti kepad orang tua yang dicontohkan dalam Islam, karena Para sahabat tidak diragukan lagi bagaimana mereka berbakti kepada orang tuanya, begitu juga Istri Rasul ‘Aisyah rhadiallohu’anha yang merupakan putrid dari shabat yang paling Rasulullah cintai “Abu Bakar rhadiallohu ‘anhu”, demikian juga Hafsah istri Rasul putri dari Sahabat Umar bin Khatab rhadiallohu’anhu, mereka semua tidak diragukan lagi baktinya kepada orang tua, namun tidak ada satu riwayatpun yang shahih yang menerangkan bahwa mereka cium tangan baik kepada orangtua, kepada suami . atau sahabat Rasulullah sendiri juga tidak ada riwayat yang shahih yang menerangkan bahwa mereka cium tangan baik kepada orang tua maupun bahkan kepada Rasulullah. Yang ada justru riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah melarang mereka berdiri dalam menyambut Rasulullah sebagai bentuk penghormatan kepada Beliau, jika berdirinya mereka saja dilarang apatah lagi dengan cium tangan.

Baca lebih lanjut

KEPEMIMPINAN

PEMIMPIN DAN TANGGUNG JAWAB

Oleh: Yulianingsih

Tnggung jawab manusia mer2upakan sebagian dari sunnatulloh atau ketentuan Alloh. Karena kadar kemampuan dan keinginan manusia manusia itu berbeda, maka yang dimaksud dengan tanggung jawab adalah upaya mengkoordinasi beberapa kemampuan dan mencocokkan beberapa keinginan yang beragam.

  1. Power ‘Pengaruh’ Pemimpin

Dalam kelompok manusia manapun, seorang pemimpin harus memiliki power ‘pengaruh’ diantaranya adalah:

  1. Power eksekutif ‘pelaksanaan’ yaitu pengaruhi yang dapat menimbulkan charisma dan wibawa untuk mengatur anggota kelompok ataupun untuk mengatur orang lain.
  2. Power legislative ‘pembuat hukum’ yaitu pengaruh untuk mengatur hubungan antar kelompok.
  3. Power pembuat keputusan yaitu pengaruh untuk melerai perselisihan yang terjadi dalm penerapan hukum.

Susunan pengaruh tersebut harus dilaksanakan dengan tertib dan cocok diterapkan dalam sebuah lembaga keluarga perusahaan dan Negara bahkan cocok juga jika diterapkan dalam lembaga-lembaga asosiasi internasional. Alloh telah memberikan tiga kekuatan pengaruh seperti itu kapada Nabi Dawud a.s. sebagaimana firmannya “Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kapadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan” (Shaad: 20).

Baca lebih lanjut

CINTA

Aku Mencintaimu Karena Allah

Ajari aku cinta untuk bersabar..
Untuk menemukan Imam yang benar..
Untuk menjaga segala kemuslimahanmu..
Mengangkat derajat keimananku..
Serta membawaku dalam Indahnya agama Allah..
Ajari aku cinta untuk bertahan..
Pada kebaikan..
Pada keistiqomahan..
Pada Indahnya sendiri tanpa sentuhan haram..
Pada keindahan Cinta yang selalu terpendam..
Ajari aku cinta..
Seperti Para makhluk tuhan yang selalu berdzikir..
Seperti Hamba-hamba Tuhan yang selalu berfikir..
Di jauhkan dari manusia-manisa kafir..
Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir..
Ajari aku Cinta..
Aku ingin memilikimu karena TuhanMu, Allah..
Aku ingin menjadi pendampingmu karena Ajaran TuhanMu, Allah..
Aku ingin mencintai dan melengkapai kehidupanku juga hanya ada di jalan TuhanMu, Allah..
Demi Cintaku padamu, Karena Allah..
Hanya Karena TuhanMu, Allah..
Jadilah Imamku yang sempurna..
Yang selalu mencari cinta di jalan TuhanMu, Allah..
Untukmu Yang akan menjadi Imamku..AAMIIN…

sumber: Ya Alloh Ijinkan Hamba Menggelar Sajadah Bersamanya