Archive | Desember 19, 2012

NABI MUHAMMAD SAW

KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW

Disusun oleh yulianingsih

Pgsd upy

Nabi Muhammad merupakan sosok pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Beliau memang pantas dijadikan sebagai suri teladan dan idola kita sebagai umat muslim. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw diakui oleh masyarakat mekah dengan menggelari Al-amin sebagai orang yang terpercaya. Alloh swt memujinya sebagai manusia dengan pribadi yang agung. Keagungan ini pantas ini pantas disandangnya karena beliau sebagai nabi terakhir yang mampu mewarisi semua sifat serta keutamaan yang dimiliki nabi-nabi terdahulu. Rosulullah selalu peduli terhadap penderitaan orang lain, keluh kesah umat selalu ditanggapinya dan selalu menolong orang-orang yang susah. Beliau selalu memenuhi janji, senang memaafkan musuhnya yang sudah menyakitinya, sabar jika dizalimi, sangat dermawan, pemberani, beliau sangat tawadhu jauh dari sifat sombong. Dalam hal keistimewaan, rosulullah saw tidak pernah mau diistimewakan dan selalu berupaya menghapuskan diskriminasi dan penghormatan yang berlebihan terhadap dirinya.

Nabi Muhammad saw adalah teladan yang terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena dirinya terdapat sifat mulia. Disamping itu, rosulullah saw juga pernah mengalami berbagai keadaan dalam hidupnya. Beliau pernah merasakan hidup sebagai orang yang susah sehingga dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup. Beliau pernah menjadi orang kaya sehingga dapat menjadi teladan bagaimana seharusnya menggunakan kekayaan. Beliau juga pernah menjadi pemimpin diberbagai bidang sehingga kita dapat meneladani kepemimpinannya. Dalam memimpin dakwah beliau berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan dan keuletan dan tidak menghiraukan orang-orang musyrik yang terus menghardik dan menghinanya.

Baca lebih lanjut

BERPIKIR POSITIF

Berbaik sangka (khusnudzan) dan berpikir positif hendaknya melekat pada diri kita. Mengapa? Karena bisa jadi orang lain tidaklah seburuk yang kita kira. Kita hanya melihat apa yang tampak, tapi tidak tahu niat baik apa yang ada di hatinya. Dengan berbaik sangka dan berpikir positif dapat mengubah suatu keburukan menjadi kebaikan.

Ketika menghadapi penentangan lantaran risalah Islam yang dibawanya, Rasulullah SAW bukannya melontarkan doa kutukan. Beliau justru memohonkan maaf dan harapan kepada yang telah menyakitinya agar diberi petunjuk Allah SWT. Pilihan beliau ternyata tidak salah.

Tak lama setelah peristiwa itu, mereka yang pernah menyakiti beliau memeluk Islam dan menjadi sahabat yang paling setia. ”Tanggapilah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dengan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat akrab.” (QS Al-Fushilat: 34).

Berbaik sangka dan berpikir positif dapat menyelamatkan hati dan hidup kita. Hati yang bersih adalah yang tidak menyimpan kebencian. Hati yang tenteram adalah yang tidak memendam syakwasangka dan apriori terhadap orang lain. Dan hati yang berseri-seri ialah yang selalu berpikir positif bagi dirinya maupun orang lain.

Sementara kebencian, berburuk sangka, dan berpikir negatif hanya akan meracuni hati kita. Umpatan seorang Yahudi yang mendatangi Rasulullah SAW tak membuatnya berpikir balas dendam, meski beliau bisa melakukannya.

Ada ungkapan yang sangat menggugah dari seorang sufi, ”Yang paling penting adalah bagaimana kita selalu baik kepada semua orang. Kalau kemudian ada orang yang tidak baik kepada kita, itu bukan urusan kita, tapi urusan orang itu dengan Allah SWT.”

Berpikir positif pun bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena Allah SWT seringkali menyiapkan rencana yang mengejutkan bagi hamba-Nya. Suatu saat, Umar bin Khathab tengah dirundung kegalauan yang menyesakkan.

Putrinya, Hafshah, baru saja menjanda. Umar datang menemui Abu Bakar dan menawarinya menikahi Hafshah. Ternyata Abu Bakar menolak. Umar pun menawari Utsman bin Affan untuk menikahi Hafshah. Namun, Utsman pun menolaknya.

Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah SAW tentang sikap kedua sahabatnya itu. Rasulullah SAW menuntun Umar agar selalu berpikir positif, sehingga bisa menjalani hidup dengan legowo.

Rasulullah SAW bahkan berdoa, ”Semoga Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah, yang jauh lebih baik dari Utsman serta menentukan pasangan bagi Utsman, yang jauh lebih baik dari Hafshah.” Ternyata, tak lama setelah itu, Rasulllah SAW menikahkan Utsman dengan putri beliau sendiri. Dan setelah itu, beliau pun menikahi Hafshah.