CONTOH BID’AH

RANGKUMAN HASIL WAWANCARA

PELAKSANAAN TRADISI KENDURI DI SONOPAKIS KASIHAN BANTUL

OLEH: YULIANINGSIH

PELAKSANAAN UPACARA KENDURI

Kenduri atau selamatan merupakan tradisi/adat yang sudah turun-temurun dari zaman dahulu yang dihadiri oleh para tetangga ataupun kerabat. Kenduri itu sebuah tradisi berkumpul yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, biasanya laki-laki dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatau yang dihajatkan dari orang yang menyelenggarakan kenduri dengan mengundang para tetangga, biasanya berwujud selamatan, syukuran ataupun selamatan peringatan. Pada hakikatnya kenduri yaitu tradisi dan kepercayaan untuk mengirim pahala bacaan fatihah melalui pembacaan alquran terutama yasin, zikir yang ditujukan kepada arwah orang yang sudah meninggal. Dalam kenduri itu dipanjatkan berbagai macam doa yang dipimpin oleh seorang yang sudah biasa menjalankan peran dan fungsinya sebagai pemimpin doa dalam kenduri. Tata cara pelaksanaan kenduri antara lain: Pertama setelah semua orang berkumpul maka dimulai doa bersama yang dipimpin oleh pemimpin doa dan orang-orang pun ikut mendoakan. Lalu tuan rumah membuka acara kenduri dan kemudian menyampaikan hajatnya. Acara berikutnya membaca surat yasin, al-fatihah, al-ikhas, an-nas, dan lain-lain. Kemudian dimulailah acara makan tumpeng secara bersama-sama. Setelah selesai, maka acara ditutup. Tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada tetangga yang telah hadir, lalu pemimpin doa menutup acara dengan memimpin doa. Setelah selesai, maka orang-orang bersalam-salaman dan diberi berkat. Tradisi kenduri ini masih banyak berlangsung di desa-desa. Kenduri merupakan interaksi sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan, dalam kenduri terlihat jelas bagaimana kebersamaan dan keutuhan tercipta suasana penuh kerukunan, sendau gurau antar sesama, berbagi berkat dari nasi tumpeng yang baru didoakan atau ketika bersalam-salaman dengan tulus.

NILAI-NILAI KEISLAMAN

Menurut Bapak Efendi,  istilah kenduri tidak ada dalam syariat islam tetapi merupakan adat Jawa. Terdapat salah penerapan, dalam syariat islam kenduri lebih baik diganti dengan sodaqoh dengan membagi-bagi berkat kepada para tetangga dengan minta didoakan. Sodaqoh banyak manfaatnya antara lain: Terhindar dari penyakit, Mempererat silaturahmi, Membantu sesama muslim, Mempererat persaudaraan, Saling mendoakan sesama muslim. Acara kenduri merupakan kegiatan yang positf karena mengandung ibadah, tetapi perbuatan ini adalah perbuatan bid’ah sebab tidak ada landasan tentang kenduri dalam alquran dan hadist. Walaupun kegiatan ini baik Karena mengandung unsur silaturahmi dan dibacakan doa di dalamnya namun tidak ada dalil yang mengatur tentang kenduri itu sendiri. Ini berarti kita menambah-nambah atau mengada-ada suatu amalan yang tidak ada landasannya. Di dalam acara kenduri terdapat amalan mengirim doa yang merupakan persoalan yang menyangkut akidah dan ibadah. Sebagai seorang muslim yang beriman dalam melaksanakan ibadah tidak boleh dilakukan secara asal tanpa ada landasan/kitab Alloh Swt. dan sunah Rosul-Nya. Suatu ibadah tidak boleh dipadukan dengan adat,  anggapan yang disangka baik, pemikiran-pemikiran dan kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat, sehingga kita seperti seorang muslim yang tidak mempunyai pedoman dan prinsip dalam beribadah dan beramal. Hal ini dapat menyesatkan diri kita sendiri. Suatu amalan yang yang dianggap ibadah jika hanya berpadukan kepada andalan mengikut perkiraan akal pikiran, perasaan, keinginan orang-orang yang melakukan tanpa dirujuk terlebih dahulu kepada alquran dan as-sunnah yang sahih maka perbuatan tersebut adalah sebuah kekeliruan. Dengan demikian kita hanya diperbolehkan mengikut dan mengamalkan apa yang benar-benar disyariatkan oleh Alloh Swt. yang termuat dalam alquran dan sunah Rosul-Nya.

KOMENTAR

Kenduri tidak ada dalam agama islam, sehingga perlu diluruskan. Kenduri boleh saja dilakukan asal tidak bertentangan dengan agama islam terutama mengenai tauhid dan niatnya hanya untuk sodaqoh yaitu mengundang orang lain untuk mendoakan hajatnya untuk menjalin rasa persaudaraan sebagai satu keluarga yaitu masyarakat. Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kenduri: Menumbuhkan rasa persaudaraan, karena melalui acara ini kita dapat berkumpul bersama-sama, Menjaga kerukunan antar warga, Mempererat silaturahmi, Saling membantu antar umat, Saling mendoakan antar umaT, Menumbuhkan rasa saling menghormati.

Mudhorot dari pelaksanaan kenduri antara lain:

Kenduri merupakan suatu amalan yang tidak ada dalam syariat islam sehingga perlu diluruskan. Sebagai orang yang beriman hendaknya kita melakukan ibadah yang ada landasannya dan tuntunannya sehingga tujuannya pun jelas. Dalam menjalankan ibadah kita tidak boleh menambah ataupun mengurangi suatu ibadah yang telah ditentukan oleh AllohSwt. jadi harus sesuai dengan yang disyariatkan dalam alquran dan sunah Rosul-Nya. Ibadah juga tidak boleh dipadukan dengan pemikiran-pemikiran, adat/tradisi, perasaan dan prasangka-prasangka. Jika kita tetap melakukan perbuatan yang demikian berarti kita telah menyesatkan diri kita sendiri. Hendaknya kita kembali kepada ajaran islam yang murni dengan menjalankan perintah-perintah Alloh dan sunah rosul-Nya. Dengan berpedoman pada alquran dan hadist.

Kebaikan dari kegiatan kenduri antara lain:

Acara kenduri dianggap sebagai ajang untuk berkumpul beramai-ramai dengan hidangan jamuan makanan yang dilakukan bersama-sama sehingga menimbulkan rasa kebersamaan antar warga, merasakan suasana senang, Timbul dorongan untuk saling tolong-menolong, Adanya gotong-royong yang dapat mempererat tali persaudaraan, Adanya rasa persatuan, susah senang, suka duka dipikul secara bersama-sama dan saling melengkapi.

Keburukan dari kegiatan kenduri antara lain:

Di dalam pelaksanaan kenduren ada acara makan bersama. Orang yang mengadakan kegiatan kenduri biasanya menyediakan hidangan berupa tumpeng dan lauk pauknya. Hal ini akan memberatkan orang yang mengadakan acara kenduri. Apalagi keluarga itu adalah keluarga yang kekurangan atau miskin, untuk mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari saja terkadang hutang kepada orang lain. Keluarga tersebut harus memaksakan untuk mengadakan kegiatan itu hanya karena sebuah tradisi, kepercayaan dan kebiasaan orang-orang/masyarakat. Keluarga yang miskin dan kekurangan ini akan menanggung beban hutang dan mempunyai tanggungan pembelanjaan yang besar dan ramai yang tidak perlu dilakukan.

Kesimpulan

Rasanya kita tidak perlu membuat persoalan dengan mempertentangkan tradisi dengan agama karena masing-masing memiliki konteksnya sendiri-sendiri dan latar belakang sendiri. Kenduri memang tidak ada dalam islam tetapi masih ada umat islam yang melakukannya walaupun seperti itu kita tidak boleh  menentang atau memusuhi orang-orang yang masih melakukan acara seperti itu. Tetapi kita harus saling menghargai, menghormati, dan toleransi, jika suatu saat kita diundang dalam kenduren maka kita sebaiknya hadir untuk menghormati orang yang mengundang. Alangkah lebih baik jika kita juga membawa makanan sebagai sodaqoh dan membantu orang yang mengundang kita.

Harapan

Saya mengetahui bahwa kenduri itu kegiatan yang positif dan mengandung nilai-nilai ibadah, tetapi ibadah itu tidak adalan dasannya dalam alquran dan al-hadist. Untuk apa kita melakukan suatu perbuatan yang tidak ada pedomannya walaupun perbuatan itu baik. Dengan demikian kita sebagai umat islam yang beiman tidak perlu mengadakan acara kenduri karena termasuk syirik.

Narasumber:    Bpk. Efendi, sebagai imam di masjid Labbaik sonopakis DS IX, Ngesti Harjo selatan, Kasihan Bantul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s