Archive | Desember 2012

NABI MUHAMMAD SAW

KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW

Disusun oleh yulianingsih

Pgsd upy

Nabi Muhammad merupakan sosok pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Beliau memang pantas dijadikan sebagai suri teladan dan idola kita sebagai umat muslim. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw diakui oleh masyarakat mekah dengan menggelari Al-amin sebagai orang yang terpercaya. Alloh swt memujinya sebagai manusia dengan pribadi yang agung. Keagungan ini pantas ini pantas disandangnya karena beliau sebagai nabi terakhir yang mampu mewarisi semua sifat serta keutamaan yang dimiliki nabi-nabi terdahulu. Rosulullah selalu peduli terhadap penderitaan orang lain, keluh kesah umat selalu ditanggapinya dan selalu menolong orang-orang yang susah. Beliau selalu memenuhi janji, senang memaafkan musuhnya yang sudah menyakitinya, sabar jika dizalimi, sangat dermawan, pemberani, beliau sangat tawadhu jauh dari sifat sombong. Dalam hal keistimewaan, rosulullah saw tidak pernah mau diistimewakan dan selalu berupaya menghapuskan diskriminasi dan penghormatan yang berlebihan terhadap dirinya.

Nabi Muhammad saw adalah teladan yang terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena dirinya terdapat sifat mulia. Disamping itu, rosulullah saw juga pernah mengalami berbagai keadaan dalam hidupnya. Beliau pernah merasakan hidup sebagai orang yang susah sehingga dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup. Beliau pernah menjadi orang kaya sehingga dapat menjadi teladan bagaimana seharusnya menggunakan kekayaan. Beliau juga pernah menjadi pemimpin diberbagai bidang sehingga kita dapat meneladani kepemimpinannya. Dalam memimpin dakwah beliau berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan dan keuletan dan tidak menghiraukan orang-orang musyrik yang terus menghardik dan menghinanya.

Baca lebih lanjut

BERPIKIR POSITIF

Berbaik sangka (khusnudzan) dan berpikir positif hendaknya melekat pada diri kita. Mengapa? Karena bisa jadi orang lain tidaklah seburuk yang kita kira. Kita hanya melihat apa yang tampak, tapi tidak tahu niat baik apa yang ada di hatinya. Dengan berbaik sangka dan berpikir positif dapat mengubah suatu keburukan menjadi kebaikan.

Ketika menghadapi penentangan lantaran risalah Islam yang dibawanya, Rasulullah SAW bukannya melontarkan doa kutukan. Beliau justru memohonkan maaf dan harapan kepada yang telah menyakitinya agar diberi petunjuk Allah SWT. Pilihan beliau ternyata tidak salah.

Tak lama setelah peristiwa itu, mereka yang pernah menyakiti beliau memeluk Islam dan menjadi sahabat yang paling setia. ”Tanggapilah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dengan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat akrab.” (QS Al-Fushilat: 34).

Berbaik sangka dan berpikir positif dapat menyelamatkan hati dan hidup kita. Hati yang bersih adalah yang tidak menyimpan kebencian. Hati yang tenteram adalah yang tidak memendam syakwasangka dan apriori terhadap orang lain. Dan hati yang berseri-seri ialah yang selalu berpikir positif bagi dirinya maupun orang lain.

Sementara kebencian, berburuk sangka, dan berpikir negatif hanya akan meracuni hati kita. Umpatan seorang Yahudi yang mendatangi Rasulullah SAW tak membuatnya berpikir balas dendam, meski beliau bisa melakukannya.

Ada ungkapan yang sangat menggugah dari seorang sufi, ”Yang paling penting adalah bagaimana kita selalu baik kepada semua orang. Kalau kemudian ada orang yang tidak baik kepada kita, itu bukan urusan kita, tapi urusan orang itu dengan Allah SWT.”

Berpikir positif pun bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena Allah SWT seringkali menyiapkan rencana yang mengejutkan bagi hamba-Nya. Suatu saat, Umar bin Khathab tengah dirundung kegalauan yang menyesakkan.

Putrinya, Hafshah, baru saja menjanda. Umar datang menemui Abu Bakar dan menawarinya menikahi Hafshah. Ternyata Abu Bakar menolak. Umar pun menawari Utsman bin Affan untuk menikahi Hafshah. Namun, Utsman pun menolaknya.

Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah SAW tentang sikap kedua sahabatnya itu. Rasulullah SAW menuntun Umar agar selalu berpikir positif, sehingga bisa menjalani hidup dengan legowo.

Rasulullah SAW bahkan berdoa, ”Semoga Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah, yang jauh lebih baik dari Utsman serta menentukan pasangan bagi Utsman, yang jauh lebih baik dari Hafshah.” Ternyata, tak lama setelah itu, Rasulllah SAW menikahkan Utsman dengan putri beliau sendiri. Dan setelah itu, beliau pun menikahi Hafshah.

AJI MLATI KARYA MOTINGGO BOESJE

ANALISIS NOVEL MANUSIA HARIMAU KARYA MOTINGGO BOESJE

Disusun oleh: YULIANINGSIH

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Biografi Motinggo Boesje

Lahir di Kupang Kota, Lampung 21 November 1937. Motinggo lahir dari pasangan Djalid Sutan Alam dan Rabi’ah Jakub yang berasal dari Minangkabau. Ibunya berasal dari Matur Agam dan ayahnya dari Sincin, padang Pariaman. Setelah menikah mereka berdua pergi merantau ke Bandar Lampung. Disana ayahnya bekerja sebagai klerk KPM di Kupang Kota, sedangkan ibunya mengajar agama dan Bahasa Arab. Bustami Djalid itulah nama aslinya yang diberikan ayahnya dan ibunya kepada Motinggo boesje, nama asli pemberian ayah dan ibunya dengan jelas melantukan idealisme yang tinggi dan religius. Nama Bustami diambil dari nama seorang filsuf muslim pada masa kejayaan Granada Andalusia, ketika ibunya mengandung, ia sempat mengagumi filsuf sufi. Tak heran pada saat melahirkan nama bustami dipakai pada anaknya sendiri. Seiring dengan perkembangan zaman, Motinggo Boesje tumbuh dan hidup di lingkungan keluarga yang patuh pada ajaran agama islam. Ketika usianya mendekati 12 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia. Sepeninggal orang tuanya, Motinggo diasuh neneknya di Bukit tinggi hingga ia menamatkan SMA disana dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum UGM jurusan Tata Negara. Namun tidak sampai tamat karena kecintaannya pada dunia seni lebih besar telah mengurangi seluruh perhatiannya.

Bakat Motinggo Boesje sudah kelihatan ketika beliau beranjak remaja. Berbagai kegiatan seni ditekuninya, seperti mengisi siaran sandiwara radio di RRI Bukit Tinggi, bermain drama, menjadi sutradara, melukis, menulis puisi, cerpen, novel dan essai. Motinggo Boesje tergolong produktif dengan bentuk-bentuk karya prosanya. Beliau pernah menjadi redaktur Kepela Penerbitan Nusantara (1961-1964) dan ketua II Koperasi Seniman Indonesia. Pada tahun 1970-an Motinggo menyutradarai beberapa film. Dramanya, Malam Jahanam (1958), mendapat hadiah pertama Sayembara Penulisan Drama Bagian Kesenian Departemen P & K tahun 1958 dan cerpennya, Nasehat buat Anakku, mendapat hadiah majalah Sastra tahun 1962. Karya-karya Motinggo Boesje menunjukkan perjalanan seni sekaligus perjalanan hidupnya. Dalam karya-karyanya, Motinggo Boesje merepresentasikan permasalahan dasar kehidupan manusia. Masalah dasar kehidupan itu menjadi menarik karena disampaikan dengan gaya khas Motinggo Boesje. Seniman besar ini tutup usia di Jakarta, 18 Juni 1999.

Baca lebih lanjut

KEDUDUKAN PANCASILA DI ERA GLOBALISASI

URGENSI PANCASILA DI ERA GLOBALISASI

Oleh: Yulianingsih

Pendahuluan

Bagi bangsa Indonesia membangun bangsa dan negara dengan kekuatan dan kepribadian sendiri, perubahan sosial tidak berarti westernisasi. Perubahan sosial yang terjadi dipandang sebagai upaya bangsa untuk mengembangkan kepribadiannya sendiri melalui penyesuaian dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat modern dan memandang pergaulan dunia. Kini bangsa Indonesia harus hidup dan berada di antara pusaran arus globalisasi dunia tetapi harus selalu ingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri saat hidup di tengah-tengah pergaulan dunia. Dalam pergaulan dunia yang kian global, bangsa yang menutup diri dari dunia luar pasti akan tertinggal oleh kemajuan zaman dan kemajuan bangsa-bangsa lain. Maka konsep pembangunan modern harus membuat bangsa dan rakyat Indonesia membuka diri dalam upaya untuk menyerap masuknya ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan dan nilai-nilai sosial politik yang berasal dari kebudayaan bangsa lain. Rakyat Indonesia kini seakan-akan tidak mengenal dirinya sendiri sehingga budaya atau nilai-nilai dari luar baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai terserap semuanya. Nilai-nilai luhur bangsa yang telah tertanam sejak lama diabaikan, misalnya sistem demokrasi yang berkembang di tanah air sudah mengarah kepada paham liberalisme. Padahal, negara Indonesia menganut paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong, kekeluargaan, musyawarah dan mufakat. Dalam kondisi yang seperti ini pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup memegang peranan penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai  baru yang berkembang nantinya akan tetap berada pada kepribadian bangsa Indonesia. Setiap negara di dunia sangat memerlukan pandangan hidup agar mampu berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan yang akan dicapai. Dengan pandangan hidup suatu bangsa mempunyai pedoman dalam memandang setiap persoalan yang dihadapi serta mencari solusi dari persoalan tersebut.

Baca lebih lanjut

CONTOH BID’AH

RANGKUMAN HASIL WAWANCARA

PELAKSANAAN TRADISI KENDURI DI SONOPAKIS KASIHAN BANTUL

OLEH: YULIANINGSIH

PELAKSANAAN UPACARA KENDURI

Kenduri atau selamatan merupakan tradisi/adat yang sudah turun-temurun dari zaman dahulu yang dihadiri oleh para tetangga ataupun kerabat. Kenduri itu sebuah tradisi berkumpul yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, biasanya laki-laki dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatau yang dihajatkan dari orang yang menyelenggarakan kenduri dengan mengundang para tetangga, biasanya berwujud selamatan, syukuran ataupun selamatan peringatan. Pada hakikatnya kenduri yaitu tradisi dan kepercayaan untuk mengirim pahala bacaan fatihah melalui pembacaan alquran terutama yasin, zikir yang ditujukan kepada arwah orang yang sudah meninggal. Dalam kenduri itu dipanjatkan berbagai macam doa yang dipimpin oleh seorang yang sudah biasa menjalankan peran dan fungsinya sebagai pemimpin doa dalam kenduri. Tata cara pelaksanaan kenduri antara lain: Pertama setelah semua orang berkumpul maka dimulai doa bersama yang dipimpin oleh pemimpin doa dan orang-orang pun ikut mendoakan. Lalu tuan rumah membuka acara kenduri dan kemudian menyampaikan hajatnya. Acara berikutnya membaca surat yasin, al-fatihah, al-ikhas, an-nas, dan lain-lain. Kemudian dimulailah acara makan tumpeng secara bersama-sama. Setelah selesai, maka acara ditutup. Tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada tetangga yang telah hadir, lalu pemimpin doa menutup acara dengan memimpin doa. Setelah selesai, maka orang-orang bersalam-salaman dan diberi berkat. Tradisi kenduri ini masih banyak berlangsung di desa-desa. Kenduri merupakan interaksi sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan, dalam kenduri terlihat jelas bagaimana kebersamaan dan keutuhan tercipta suasana penuh kerukunan, sendau gurau antar sesama, berbagi berkat dari nasi tumpeng yang baru didoakan atau ketika bersalam-salaman dengan tulus.

Baca lebih lanjut

CERPEN ANAK-ANAK

KEBAIKAN AKAN MELULUHKAN KESOMBONGAN

Oleh: Yulianingsih

Anak-anak kelas 3B sedang pelajaran Matematika, ibu Nani guru mereka baru saja membagikan hasil ulangan Matematika. Ada salah seorang murid yang mendapat nilai 100 yaitu Lina. Ia sangat bangga dengan hasil ulangan tersebut dan langsung memamerkan kertas ulangannya kepada teman-temannya, sedangkan Nania hanya mendapat nilai 50. Dengan sengaja Lina mengejek dan mengolok-olok Nania “Eh nilaimu sangat jelek sekali Nania” katanya sambil menyengir. Nania pun bersikap biasa saja, Lina langsung bergegas pulang karena telah dijemput oleh supir keluarganya. Pada saat itu Nania pun hanya bisa meratapi nilainya yang kurang baik tetapi Via teman sebangkunya selalu berusaha memotivasi Nania agar lebih semangat lagi dalam belajar. “Nania jangan berputus asa ya? Barusaha belajar lagi “ ujarnya sambil tersenyum. Nania pun mengangguk dan tersenyum manis pula.

Keesokan harinya pada saat Lina sampai di sekolah Nania menyambutnya dengan senyuman ramah “Hai Lina?” kata Nania namun  Lina tidak sedikit pun menoleh kepada Nania bahkan Lina menggerutu “Dasar anak yang sok akrab” Lina langsung masuk namun Nania tetap bersikap ramah padanya. Via mengatakan “Aduh Nania kenapa kamu tetap bersikap ramah sih pada orang sombong itu” lalu Nania menjawab “walaupun orang sombong pada kita tetapi kita tidak bolah membalasnya dengan kesombongan juga” sahutnya dengan senyu,an manis.

Bel telah berbunyi menandakan pelajaran kan dimulai, ibu Nani guru matematika kelas 3B langsung masuk ke kelas untuk mengajar. “Anak-anak minggu kemarin ibu memberikan tugas rumah bukan? Sekarang kita akan bahas bersama-sama”, kata ibu Nani. Setelah itu Nania dipanggil oleh ibu Nani untuk mengerjakan tugas tersebut di depan kelas. Lalu ibu Nani mengoreksi jawaban Nania, ternyata jawaban Nania keliru dan langsung dibetulkan oleh ibu Nani. “Nania kenapa jawaban kamu bisa salah”, tanya ibu Nani. “Saya kurang paham dengan materi ini bu”, jawab Nania. Lalu ibu Nani menyuruh Nania untuk duduk di tempatnya, wajah Nania sangat muram. Via pun menghiburnya, “sudah jangan sedih ya karena salah mengerjakan soal nanti kita bisa belajar barsama-sama”, kata Via. “Terima kasih ya Via”, sahut Nania, setelah itu ibu Nani memberitahukan bahwa besok akan diadakan ulangan lagi dan murid-murid disuruh belajar di rumah. Saat istirahat tiba, para siswa berhamburan keluar kelas. Pada saat Lina keluar kelas Nania memanggilnya, ternyata Nania mengajak Lina untuk belajar bersama namun Lina menolaknya serta menggeruttu “aku gak mau belajar bareng sama kamu”, tegas Lina dan langsung menionggalkan Nania.

Baca lebih lanjut

TATA PERMAINAN BAHASA KARYA TULIS ILMIAH

Dalam dunia akademik, karya tulis ilmiah didefinisikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dan perenungan dalam bidang keilmuan tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan penulisan yang santun, baik, dan benar; atau berdasarkan kaidah baku ragam bahasa tulis. Kebenaran isinya pun harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Berdasarkan kedalaman kajian permasalahannya, karya tulis ilmiah dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk seperti a) laporan penelitian yaitu tulisan yang melaporkan hasil percobaan, peninjauan, atau observasi sementara; b) karya tulis akademik, berupa skripsi, tesis, dan disertasi; dan c) buku teks yakni diktat atau buku-buku ilmiah yang digunakan sebagai penunjang bahan ajar (ekosusilo, 1991; Wibowo, 2008).

Berkenaan dengan hal diatas, maka suatu tata permainan bahasa tak mungkin dilepaskan dari hakikat bahasa sebagaimana diyakini oleh aliran Filsafat Bahasa Biasa bahwa makna sebuah kata adalah penggunaannya dalam kalimat, makna kalimat adalah penggunaanya dalam bahasa dan makna bahasa adalah penggunaanya dalam hdup. Oleh karena itu, tata permainan bahasa didalam karya ilmiah yang komunikatif dapat disimak melalui cirri-cirinya sebagai berikut:

  1. Koheren

Goys Keraf, dalam buku klasiknya, komposisi (1971), menegaskan bahwa koherensi adalah hubungan yang jelas antara unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat, bagaimana hubungan antara subyek dan predikat, hubungan predikat dan objek, serta keterangan-keterangan yang menjelaskan tiap-tiap unsur itu. Koherensi menekankan segi struktur atau struktur atau interealisasi anatara kata-kata yang menduduki tugas dalam kalimat. Oleh karena itu, bias terjadi sebuah kalimat atau alinea ditengarai telah mengandung kesatuan pikiran atau mengandung suatu ide yang tunggal, namun koherensinya kurang baik.

  1. Konsisten

Dalam mengungkapkan masalah dan penecahannya secara ilmiah kita harus bersikap konsisten, yakni ajeg, konstan, stabil, taat asas, konsekuen atau teguh dan bertanggung jawab dalam pengertian memikul atau menyuguhkan bahwa dalam ilmiah yang kita tempuh sudah baik dan benar. Oleh karena itu, karya tulis ilmiah yang komunikatif harus didukung oleh fakta atau data yang cukup dan terpercaya (Soeparno, 1997; Wibowo, 2001). Suatu pendapat yang tidak didukung oleh fakta yang cukup dan terpercaya akan memunculkan analisis yang bersifat opini, sehingga kita tidak dikatakan konsisten, tidak taat asas dan tidak konsekuen. Pendapat yang telah didukung oleh fakta yang cukup dan terpercaya kemudian kita rajut dengan kalimat yang baik yakni kalimat yang mengandung suatu ide pokok yang tunggal. Dalam penyusunan kalimat, kita tidak diperkenankan melakukan perubahan atau peloncatan ide, apalagi menghubungkan ide-ide yang tidak ada pertaliannya.

  1. Sistematis

Karya tulis ilmiah yang komunikatif harus disusun berdasarkan prosedur atau urutan yang sistematis, yakni teratur runtut berjenjang, berkesinambungan, metodis dan terorganisasi. Sistematika sebuah tulisan pada umumnya terbagi kedalam tiga bagian pokok, yakni pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Bagian lain yang menjadi penunjang adalah cover, judul, daftar dan indeks.

  1. Konseptual

Kesan mental, suatu pemikiran, ide atau suatu gagasan yang memiliki derajat kekonkretan atau abstraksi yang digunakan dalam pemikiran abstrak disebut konsep (bagus, 2002) didalam penulisan karya tulis ilmiah yang komunikatif, prosedur atau urutan yang teratur dan runtut harus dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan yang kopnseptual, yakni terarah dan terfokus. Implikasi dari hal diatas adalah kewajiban si penulis karya tulis ilmiah dalam hal memilih dan menggunakan metode dan teori. Dikatakan wajib, karena didalam langkah metodiknya si penulis karya tulis ilmiah harus menggunakan metode dan teori tertentu.

  1. Komprehensif

Karya tulis ilmiah yang komunikatif harus ditulis secara komprehensif ykni ditulis tuntas dan menyeluruh. Penelahnnya harus jelas, lengkap terinci, hal ini agaknya berkelindan dengan prinsip koherensi yaitu mengandung satu pikiran utama yang jelas.

  1. Logis

Logika adalah apapun ucapan yang dapat dan mengerti atau akal budi yang berfungsi baik, teratur, sistematis, dan dapat dipahami. Didalam sejarah filsafat, logika sudah disebut aristoteles (abad ke-5 SM) dalam istilah organon atau instrument ilmu (Bagus, 2002). Prinsip logika, organon atau penalaran bertolak dari satu atau lebih pernyataan yang disebut simpulan.

  1. Bebas

Kebebasan dimaknai sebagai merdeka, mandiri, independen atau leluasa. Sehubungan dengan kebebasan ilmuan, tidak berarti ilmuan dapat leluasa berbuat apapun. Pasalnya, kebebasan ilmuan terbatas pada atau dibatasi oleh kebebasan pihak lain. Dalam ungkapan lain, kebebasan ilmuan adalah kebebasan eksistensial yaitu kebebasan menyeluruh yang terkonteks dengan kepribadian bangsa, oleh Karena itu membedakannya dengan nilai-nilai kebebasan yang dianut oleh bangsa lain. Orang yang secara bebas secara eksistensial akan mencapai taraf kedewasaan, otentisitas, hal yang semestinya memang dimiliki seorang penulis karya tulis ilmiah yang komunikatif.

  1. Bertanggung jawab

Dalam perspektif etika, bertanggung jawab berarti dapat menjawab jika ditanyai tentang perbuatan-perbuatannya (Bertens, 2002). Dalam hubungan dengan karya tulis ilmiah, bertanggung jawab dapat dimaknai sebagai tulisan yang etis dan berwawasan yang mencerminkan bahwa si penulisnya dapat menjawab apapun tentang tulisannya tanpa menonjolkan segi-segi emosinya. Itulah sebabnya sebuah karya tulis ilmiah yang komunikatif harus ditulis secara saksama yakni ditulis secara teliti sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.

Dari uraian diatas menjadi jelas bahwa karya tulis ilmiah tidak mungkin dapat dipisahkan dari upaya membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmiah dan ilmu (Hamami, 2003). Karya ilmiah sebagai media komunikasi antar ilmuan dengan demikian boleh dianggap sebagai pembuka peluang dalam hal interaksi yang memungkinkan terjadinya dialog, diskusi, atau dialektika yang lebih luas daintara masyarakat.

Sumber: Wibowo, Wahyu. 2010. Tata Permainan Bahasa Karya Tulis Ilmiah